manusia itu cenderung egois. termasuk saya. wanita yang sudah punya anak satu, yang lagi sedeng sedeng nya katanya, ditambah lagi hamil. mengurus anak setiap hari adalah makanan sehari hari. cape. bosen. ya harus dinikmati, tapi kadang sabtu minggu pengen ada libur nya. tapi ya namanya ngurus anak mah ngga ada libur nya. alhamdulillah sabtu minggu ada gantian sama suami. itu pun kadang ngga tega, suami udah kerja senin sampai selasa, masa iya sabtu dan minggu mesti ngurus anak juga. yaa tapi yaa namanya manusia ada aja ego nya. apalagi menjelang lahiran nih, perut makin besar, semua terasa berat, anak semakin banyak kepintaran nya, yang terkadang kepintarannya itu membuat saya semakin kewalahan. rasanya pengen apa yah. ngga bisa, ngga bisa diapa-apain. udah begini, kadang nangis dan bete aja. hmm... tuh kan egois lagi kan. seharusnya saya sebagai ibu harus bisa terima kodratnya memang bgitu, harus nrimo dong. ya kan ya kan... kalo nangis dan bete tandanya ngga ikhlas dong. nah lhooo sayang bgt ya amalannya menguap bgitu saja.
zaman dulu ibu ibu nya tangguh tangguh lho. bayangin aja, blm ada AC, belum ada mesin cuci, mungkin masak juga masih pake kayu bakar. anaknya ada berapa? SEPULUH!!! ada pembantu ngga? helooooo ya ngga ada lah. mereka bisa hidup sampai sekarang, bgitu jg anak-anaknya. sehat makmur sejahtera. hebat ya ibu ibu zaman dlu. salut deh. ibu ibu zaman sekarang terlalu terlena dengan fasilitas, sehingga melemahkan mental dan menurunkan kesabarannya menghadapi anak yang semakin ke sini semakin pintar. kalo dipikir-pikir, anak bisa melakukan hal ini itu kan sesuai dengan apa yang dia lihat. dan kami sebagai orang tua sering nonton atau memberikan tontonan pada anak. mungkin kecepatan visual yang dia lihat di tv memberikan efek pada kinerja syaraf motorik nya. sehingga kami para orang tua jadi kewalahan. mungkin itu penyebab nya. manja banget kesannya ya ibu-ibu sekarang. well, ngga bermaksud menyinggung semua ibu koq. zaman sekarang juga ada koq ibu ibu yang tangguh, punya anak dengan jarak ngga lebih dari setahun, belum lagi kembar anaknya, plus lagi hamil, di negeri orang yang antah berantah, coba BANYANGKAN??!!! Di tengah kondisi zaman yang sekarang udah carut marut nggak jelas, banyak kriminal sana sini. hayooh,,, jadi ibu zaman sekarang jg sebenernya ngga kalah hebat dibanding ibu zaman dulu. hmm,,, fine, mungkin saya aja ibu yang bgini. masih kaya anak kecil, yg mau nya dimanja, ngikutin mood, marah-marah mulu sama anak, udah marah feel guilty, mewek deh... sering menyalahkan kondisi. coba kalau begini, andai aja begitu, saya pasti akan begini, tapi ketika andai andai an itu terkabul, nyatanya NOL. saya tetap saja bgini. ngga dewasa !
mesti berubah, ya pasti. masa mau gini trus. udah mau anak dua woooy! wake up!
manusia mahluk egois yang berusaha keras untuk menjadi manusia sosial. berusaha memikirkan perasaan orang lain, padahal diri kita ngga bahagia. berusaha membahagiakan diri sendiri, tapi menjadi cibiran atau umpatan orang lain. yahh serbaaaaa salahhhh...
kadang pengen hidup sendiri aja, tapi mana mungkin. kita pasti membutuhkan orang lain. semua apa yang dilakukan mesti untuk mencapai ridho Allah. salah benar nya tindakan orang sudah diatur di dalam Al Quran dan Hadist. simple sebenernya menjalani hidup ini kalau udah tau pedomannya. kembali lagi, apa yang bikin manusia akhirya terjerembab dalam kesalahan adalah, keegoisan diri (menurut saya).
simple nya : setiap anak di dunia ini hanya satu yang terpikirkan : MAIN ! simple banget, anak tuh cuma mau main aja. tapiiiiiiiiiiiii ketika anak mau main, kita nya mau nya diem, istirahat karna orang dewasa punya level cape yang tinggi, sedangkan anak level cape nya rendah, jadiiii lah sebuah masalah.
Masalah adalah ketika apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi (kenyataan).
Kita mau nya istirahat, mau nya diem barang beberapa menit aja, atau pengennya browsing apa keq, hiburan gitu ya, me time lah ceritanya. tapi si anak maunya main, bisa aja sih kita biarin aja anak bermain sendiri, tapi kan kalau mainnya di tempat yang berbahaya butuh pengawasan extra, gimana... masa kita biarin, giliran udah jatuh kan kita juga yang deg deg an. soo,, ngga jadi lah kita istirahat. demi anak. pengorbanan. belum lagi keliatan sama orang tua atau mertua gimana, ngebiarin anak main sendirian, berbahaya. Oh ya, kadang kita juga suka keceplosan kalo lagi ngurus anak, trus si anak melakukan hal yang berbahaya, langsung refleks marah, kesel dengan nada tinggi. sebenernya itu enak ngga sih diliat sama mertua atau orang tua.. ni ibu ngga ada sabar sabarnya amat, baru anaknya bgitu doang udah dimarahin. haiyaaahhh,,, mikirin perasaan dan pikiran orang lain lagi, yang belum tentu mereka berpikiran sama dengan apa yang kita pikirkan. suudzon ! but, yah namanya bgitu melintas aja. terkadang bener juga kata orang, ada dua keluarga dalam satu rumah itu kurang sehat. ada yang terlihat ada juga yang tidak terlihat atau tidak memperlihatkan ketidaksehatannya. its ok, kuncinya sabar dan ikhlas. karna belum tentu juga ketika kita sekeluarga membina keluarga di rumah sendiri lantas akan seperti bersama orang tua, yang apa apa sudah ada. yang tidak perlu membangun semua dari awal. yang tidak usah perih perih dulu. hehehe,, tergantung sih kita mau perih apa ngga. kalau kita mau mah yaa jedotin aja. eh maksudnya jalanin aja. Allah belum ngasih kita kepercayaan rumah sendiri mungkin karena mental nya masih tempe! saya terutama sebagai ibu yang harusnya multitasking dan anti cape (anti badai keleus), tapi pada kenyataannya belom bisa. on progress, hahaha pembelaan. satu lagi, weekend is not the end! semenjak berhenti bekerja, saya bingung sabtu minggu mau dipake apa. kemana. ngapain. karna sama aja rasanya, bedanya di rumah lebih banyak orang aja. jadi kadang saya kurang luwes, bingung dan serba salah. terbiasa di keluarga saya dengan personil yang sedikit, sepi dan tidak ramai, jadi ketika ramai malah jadi kikuk sendiri. adaptasi lah ya. gimana bikin pikiran ini rilex, enjoy gitu menikmati semua yang ada. syukur sih jawabannya. so easy so simple. so hard to practice. hahaha.. buat saya.. buat kalian, pasti ngga lah. insyaallah. tapi saya juga akan berusaha sekuat tenaga selama Allah masih memberikan saya kesempatan hidup di dunia ini.
oke well,,, sampai jumpa semoga ngga ada lagi curhatan kaya gini lagi. semoga saya segera berubah menjadi lebih bersyukur, bersabar dan berikhlas. aamiin..
Minggu, 01 November 2015
Jumat, 02 Oktober 2015
Dia Diganggu
2 Oktober 2015 hari Jumat
Adalah hari yang sebenarnya tidak special. Tapi ada kejadian yang special hari ini.
Sejak tgl 29 september, alias 2 hari yang lalu, anakku, Ahnaf, terkena demam tinggi sebangun nya dia dari tidur siang nya. Cukup mengejutkan karna sebelumnya tidak ada pertanda dia akan sakit. Mungkin masuk angin,karena suhu AC yang terlalu tinggi bagi dia.
Ku buatkan bawang merah campur minyak zaitun, ku oles punggung dan perut nya. Ku buat air kencur dan air tajin. Persiapan selesai. Selanjutnya kami berdua menghabiskan waktu berdua di kasur, di kamar. Dia enggan beranjak dari kasur, mungkin lemas.
Selepas maghrib,dia muntah, banyak sekali. Ku pikir badannya akan enakan setelah muntah. Ternyata tidak, badannya masih panas.
Aku dan suami melewati malam yang penuh dengan drama bangun tidur setiap setengah jam. Kaya punya bayi baru lahir.
Dia bangun mungkin karna mimpi, seperti terkaget, kadang sampai duduk terbangun dan menangis. Serba salah. Dikasih susu ngga mau, dikasih madu pun ngga mau. AC kita matikan, suhu di kamar hangat cenderung panas, alias gerah. Ngga apa apa, smoga dia cepat sembuh.
Keesokan pagi nya, suhu tubuh nya masih berkisar 37-38 derajat. Makan dan minum masih sangat sulit. Tidur pun tak nyenyak.
Waktu berlalu, maghrib tiba, dia sudah mulai beraktivitas di luar kamar meskipun badannya masih panas.
Suami pulang dan kami bertiga bermain, diselingi drama aku menangis karna ngga tega lihat anak sakit. Fase ibu yang harus dilewati, kata suami.
Aku memeluk dia dan kami bertiga berpelukan.
Malam itu aku tidur di kasur bawah, dekat dengan meja susu,jadi membuat susu utk dia akan lebih mudah.
Anakku dan suami ku di atas.
Alhamdulillah malam itu terlewati dengan baik, dia bangun dan mau minum. Suhu tubuh nya berangsur menurun. Tidur nya pun lebih nyenyak daripada malam sebelumnya.
Di sepertiga malam itu, aku terbangun seperti biasa, karna kehamilan ku yang sudah smakin tua, aku jd beser.
Selalu aku berpikir,setiap kali Allah membangunkan ku di sepertiga malam, apakah ini maksud Allah ingin agar aku tahajud. Ya Allah, seringkali aku melalaikan dan tak menggubris maksud Mu. Aku hanya pipis dan melanjutkan tidur ku.
Malam itu, aku tidak mau terbujuk rayuan setan.
Cape? Iya. Ngantuk? Banget.
Tapi, kuhempas semua.
Anakku sakit adalah teguran atas ibadah ku yang lalai dan kurang.
Bila teguran ini saja kuabaikan, lantas bentuk teguran seperti apalagi yang membuat ku memperbaiki ibadah ku.
Naudzubillah, jangan Kau berikan teguran yg besar hingga ku tak mampu memikulnya.
Pagi ini dia tidur nyenyak, suhu tubuh normal, mau makan walau sdikit dan minum. Alhamdulillah
Ku lap saja badannya, belum ku mandi kan. Khawatir panas lagi.
Jam 10 tiba tiba dia menangis, kesakitan. Mendekati ku yg sedang dhuha, lalu kami sempat berdoa bersama. Tapi ketika di ajak main,dia tidak mau. Terus menangis, merengek. Tak jelas maunya apa. Digendong nenek nya,diajak keluar pun tetap menangis. Kakinya lemas, dia seperti lunglai tak sanggup berdiri. Dia menjatuhkan badannya pada ku.
Aku curiga.
Tangisannya tidak berair mata.
Kubuatkan susu.
Dia mau,tapi sambil menangis.
Semakin curiga. Belum pernah dia menangis tanpa sebab seperti ini.
Neneknya bilang, sepertinya dia lihat sesuatu. Segera kami bacakan Doa rukiyah. Sampai selesai, tidak mempan.
Dengan sigap, nenek nya membawa ke tukang urut yang bisa 'lihat' juga.
Aku tidak ikut,krna motor tidak bisa keluar dan kehamilanku yang smakin besar. Aku solat dan mengaji slama menunggu dia pulang.
Hanya 15 menit,dia pulang dan sudah tersenyum.
Kata tukang urut, dia diganggu dibagian perut nya. Dibalur sama tanaman namanya bangle. Warna nya kuning.
Sekarang dia tidur. Dan kita sama sama tau, namanya anak masih suci,masih bisa lihat jin dan mahluk lainnya. Aku sering melihat dia tertawa melihat ke arah lain, yang menurut ku tidak ada yang lucu, misalnya lemari atau pojokan pintu. Dia suka tunjuk ke arah lain, sambil bicara tidak jelas. Hal itu sering terjadi ketika kita hanya berdua di kamar. Tak sampai dalam pikiran ku, dia diganggu. Mungkin krna fisiknya yang lemah. Dan kami orang tua nya sedang lemah iman.
Ya Allah jaga lah keluarga kami, jauhkan dari godaan syetan yang terkutuk. Tetapkan kami di jalan Mu yang benar. Aamiin
Adalah hari yang sebenarnya tidak special. Tapi ada kejadian yang special hari ini.
Sejak tgl 29 september, alias 2 hari yang lalu, anakku, Ahnaf, terkena demam tinggi sebangun nya dia dari tidur siang nya. Cukup mengejutkan karna sebelumnya tidak ada pertanda dia akan sakit. Mungkin masuk angin,karena suhu AC yang terlalu tinggi bagi dia.
Ku buatkan bawang merah campur minyak zaitun, ku oles punggung dan perut nya. Ku buat air kencur dan air tajin. Persiapan selesai. Selanjutnya kami berdua menghabiskan waktu berdua di kasur, di kamar. Dia enggan beranjak dari kasur, mungkin lemas.
Selepas maghrib,dia muntah, banyak sekali. Ku pikir badannya akan enakan setelah muntah. Ternyata tidak, badannya masih panas.
Aku dan suami melewati malam yang penuh dengan drama bangun tidur setiap setengah jam. Kaya punya bayi baru lahir.
Dia bangun mungkin karna mimpi, seperti terkaget, kadang sampai duduk terbangun dan menangis. Serba salah. Dikasih susu ngga mau, dikasih madu pun ngga mau. AC kita matikan, suhu di kamar hangat cenderung panas, alias gerah. Ngga apa apa, smoga dia cepat sembuh.
Keesokan pagi nya, suhu tubuh nya masih berkisar 37-38 derajat. Makan dan minum masih sangat sulit. Tidur pun tak nyenyak.
Waktu berlalu, maghrib tiba, dia sudah mulai beraktivitas di luar kamar meskipun badannya masih panas.
Suami pulang dan kami bertiga bermain, diselingi drama aku menangis karna ngga tega lihat anak sakit. Fase ibu yang harus dilewati, kata suami.
Aku memeluk dia dan kami bertiga berpelukan.
Malam itu aku tidur di kasur bawah, dekat dengan meja susu,jadi membuat susu utk dia akan lebih mudah.
Anakku dan suami ku di atas.
Alhamdulillah malam itu terlewati dengan baik, dia bangun dan mau minum. Suhu tubuh nya berangsur menurun. Tidur nya pun lebih nyenyak daripada malam sebelumnya.
Di sepertiga malam itu, aku terbangun seperti biasa, karna kehamilan ku yang sudah smakin tua, aku jd beser.
Selalu aku berpikir,setiap kali Allah membangunkan ku di sepertiga malam, apakah ini maksud Allah ingin agar aku tahajud. Ya Allah, seringkali aku melalaikan dan tak menggubris maksud Mu. Aku hanya pipis dan melanjutkan tidur ku.
Malam itu, aku tidak mau terbujuk rayuan setan.
Cape? Iya. Ngantuk? Banget.
Tapi, kuhempas semua.
Anakku sakit adalah teguran atas ibadah ku yang lalai dan kurang.
Bila teguran ini saja kuabaikan, lantas bentuk teguran seperti apalagi yang membuat ku memperbaiki ibadah ku.
Naudzubillah, jangan Kau berikan teguran yg besar hingga ku tak mampu memikulnya.
Pagi ini dia tidur nyenyak, suhu tubuh normal, mau makan walau sdikit dan minum. Alhamdulillah
Ku lap saja badannya, belum ku mandi kan. Khawatir panas lagi.
Jam 10 tiba tiba dia menangis, kesakitan. Mendekati ku yg sedang dhuha, lalu kami sempat berdoa bersama. Tapi ketika di ajak main,dia tidak mau. Terus menangis, merengek. Tak jelas maunya apa. Digendong nenek nya,diajak keluar pun tetap menangis. Kakinya lemas, dia seperti lunglai tak sanggup berdiri. Dia menjatuhkan badannya pada ku.
Aku curiga.
Tangisannya tidak berair mata.
Kubuatkan susu.
Dia mau,tapi sambil menangis.
Semakin curiga. Belum pernah dia menangis tanpa sebab seperti ini.
Neneknya bilang, sepertinya dia lihat sesuatu. Segera kami bacakan Doa rukiyah. Sampai selesai, tidak mempan.
Dengan sigap, nenek nya membawa ke tukang urut yang bisa 'lihat' juga.
Aku tidak ikut,krna motor tidak bisa keluar dan kehamilanku yang smakin besar. Aku solat dan mengaji slama menunggu dia pulang.
Hanya 15 menit,dia pulang dan sudah tersenyum.
Kata tukang urut, dia diganggu dibagian perut nya. Dibalur sama tanaman namanya bangle. Warna nya kuning.
Sekarang dia tidur. Dan kita sama sama tau, namanya anak masih suci,masih bisa lihat jin dan mahluk lainnya. Aku sering melihat dia tertawa melihat ke arah lain, yang menurut ku tidak ada yang lucu, misalnya lemari atau pojokan pintu. Dia suka tunjuk ke arah lain, sambil bicara tidak jelas. Hal itu sering terjadi ketika kita hanya berdua di kamar. Tak sampai dalam pikiran ku, dia diganggu. Mungkin krna fisiknya yang lemah. Dan kami orang tua nya sedang lemah iman.
Ya Allah jaga lah keluarga kami, jauhkan dari godaan syetan yang terkutuk. Tetapkan kami di jalan Mu yang benar. Aamiin
Senin, 22 Juni 2015
Hal Mendasar dalam Pernikahan yang Sering Terlupakan
Menikah adalah
moment terindah yang diinginkan setiap insan manusia. Beberapa bayangan muncul,
ketika kata ‘menikah’ terungkap. Misalnya berpelukan mesra bersama pasangan,
bercanda bersama di ruang televisi sambil menonton film favorit, makan bersama
di satu meja makan di rumah yang sama, kemudian lahirlah anak yang tlah
dinanti, bercanda ria bersama anak anak sampai tua, sampai memiliki cucu,
sampai rambut tak lagi hitam. Indah nya terbayangkan.
Bagi yang sudah
menikah, mungkin akan tertawa geli membacanya. Karena setiap pernikahan pasti akan
ada cobaan atau masalah. Menyatukan dua manusia yang sebelumnya tidak saling
mengenal adalah hal yang tidak mudah. Tapi bukan berarti menikah adalah hal
yang mengerikan. Seperti apapun masalah yang nanti akan dihadapi pasti akan ada
solusi nya.
Pernikahan bukan
lah suatu candaan yang dijalani mengikui arus saja, mengalir bagai air, terbawa
tertiup angin. Tidak! Pernikahan harus dijalani dengan penuh arah, tujuan dan
aturan. Jika dijalani dengan suka cita, maka tidak akan ada keterpaksaan. Karena
kehidupan tanpa aturan hanya akan menjadi kehidupan yang hampa, tak berarti dan
kelak Anda tidak menyadari apa yang sudah Anda lewati slama ini.
Berikut ini adalah hal mendasar yang semestinya dilakukan oleh setiap pasangan suami istri, tapi kadang terlupakan dan menjadi hal yang sepele bagi mereka. Yuk simak dan coba bahas dengan pasangan Anda.
1. Mengetahui Jati Diri
Ketika Anda dan pasangan masih diberikan waktu berdua,
silahkan memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya untuk saling mengenal pribadi
masing-masing. Ungkapkan semua hal mengenai diri Anda pada pasangan. Jangan ada
yang ditutupi dan setiap selesai mengungkapkan jati diri, slalu akhiri dengan
hikmah apa yang bisa diambil. Jadi seburuk apapun Anda pada masa lalu, Anda
tlah mengetahui kesalahan Anda dimana dan berusaha untuk tidak kembali ke masa
lalu yang buruk itu.
2. Mengetahui Metode Pengasuhan Orang Tua
Anda, Dahulu
Setelah mengetahui jati diri masing-masing, Anda juga harus
mengenal seperti apa background keluarga Anda dan pasangan Anda. Seperti apa
Anda dulu di didik. Tipe orang tua seperti apakah orang tua Anda. Kemudian apa
yang Anda rasakan tidak baik dan merupakan efek dari metode mendidik orang tua
Anda yang kurang tepat. Lalu apa yang Anda rasakan sangat bermanfaat dan
merupakan buah kebaikan dari metode mendidik orang tua Anda yang tepat. Kenapa Perlu
mengetahui hal itu? Karena kelak Anda akan menjadi orang tua yang akan mendidik
dan membesarkan anak- anak Anda. Anda harus mengetahui dengan metode apa Anda
mendidik mereka.
Setelah belajar dari pengalaman orang tua masing-masing, Anda
bisa mencari di literature atau buku buku terkenal mengenai bagaimana metode
pengasuhan yang tepat. Bisa juga Anda mengikuti berbagai seminar parenting
untuk menambah pengetahuan. Atau sharing dengan orang tua, tante, paman tentang
adat istiadat di keluarga yang sulit untuk dihindari sehingga kelak keluarga yang
Anda bina harus bisa menyesuaikan dengan anat tersebut, tentunya adat yang
tidak bertentangan dengan agama Islam ya, kalau bertentangan maka Anda dan
keluarga bisa mengambil keputusan tegas untuk tidak mengikuti nya. Kondisi “zaman
dahulu” dengan “zaman sekarang” berbeda, misalnya dari segi makanan yang sudah
tidak se-alami zaman dahulu, kondisi lingkungan, polusi, bakteri yang sudah
berevolusi di zaman sekarang, hal-hal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan
Anda untuk tidak menggunakan metode pengasuhan “zaman dahulu” lagi. Al-Quran
dan Hadist sudah cukup menjawab kesulitan yang Anda dan pasangan Anda alami
kelak. Maka jangan jauhkan diri Anda dari pedoman tersebut.
3. Keluarga Adalah Sebuah Organisasi
Tanpa Anda sadari bahwa menikah adalah layaknya organisasi. Ada
ketua dan sekertaris dan tentunya anggota. Suami adalah ketua organisasi. Sekertaris
dan bendahara merangkap pada istri. Anggota yang memiliki seksi seksi tertentu
adalah anak-anak Anda. Ketika anak masih kecil memang peran anak sebagai
anggota organisasi belum terlalu terasa, tetapi apa yang kita tabur ketika ia
masih kecil adalah apa yang akan kita tuai di kemudian hari. Sebuah organisasi
tanpa visi dan misi, tidak akan bertahan
lama karena tidak jelas arah nya.
Anda dan pasangan sudah mengetahui plus dan minus nya dari
pasangan Anda, bahkan Anda sudah mengetahui kenapa pasangan Anda plus di sini,
atau minus di sana, mungkin karena metode pengasuhan orang tua nya yang ‘begini’
atau ‘begitu’. Anda tidak mau kelak Anda seperti minus-nya pasangan Anda, maka
Anda tau bahwa Anda tidak boleh mendidik anak Anda seperti ‘ini’. itu adalah
gambarannya.
Mulai lah terbuka visi dan misi keluarga Anda seperti apa. Anda
boleh mengetik visi dan misi nya lalu di print, di bingkai dan ditempel di
dinding mana yang menurut Anda bisa saling mengingatkan. Lebay yah, terdengarnya.
Tapi taukah Anda,itu adalah Nota Kesepakatan yang tlah Anda buat bersama suami.
Ketika salah satu keluar dari kesepakatan itu, maka Anda tidak perlu sibuk
membuka file, Anda cukup bawa pasangan Anda ke dinding dan perlihatkan
kesepakatan itu. Berikut adalah contoh nya :
Keluarga Roni dan Rani
Visi
:
Menjadikan
keluarga yang diridhoi Allah, penuh berkah dan selamat di dunia dan di akhirat.
Misi
:
1.
Megawali setiap kegiatan diawali dengan niat
yang baik karena Allah
2.
Melakukan kegiatan sesuai dengan Al-Quran dan
Hadist
3.
Tidak pernah meninggalkan Shalat
4.
Melakukan silaturahmi
Disepakati oleh :
Berikut adalah contoh nyata visi dan misi yang sudah
disepakati oleh masing masing pihak. Anda bisa membuat nya lebih detail sesuai
dengan keinginan Anda dan pasangan. Ditambah dengan program kerja keluarga per minggu atau per bulannya. Serta setiap tahun nya ada target yang ingin dicapai. Pasti setiap tahun nya Anda dan keluarga akan menjalani nya dengan semangat!
Smoga dapat menjadi manfaat bagi muda mudi yang akan menikah
atau yang sudah menikah pun, masih bisa merancang keluarga. Tidak ada kata
terlambat untuk suatu hal yang baik.
Kamis, 18 Juni 2015
Tips Menggunakan Clodi (Cloth Diapers)
Selamat Pagi Bunda, Ibu, Mamah, dan sebangsa per-ibu-ibu-an...
Hari ini 1 Ramadhan 1436 H, Alhamdulillah ya,kita masih diberikan kesempatan untuk kembali merasakan indahnya bulan suci Ramadhan. Bulan yang special, karena disini, kita melakukan ibadah sekecil apapun asal niatnya karena mengharap ridho Allah, namun balasannya subhanallah berlipat lipat daripada bulan bulan lainnya. Jadi jangan sampai kita menghabiskan waktu demi waktu di bulan Ramadhan ini dengan tidur saja.
Terpikirlah untuk menggunakan Clodi, alias Cloth Diapers, alias diapers yang bisa dicuci. What?! Setiap mengganti diapers, kita masih ada pe er untuk nyuci. Aduh,,,, Untuk bunda yang berprofesi sebagai pekerja that is a BIG NO! Kecuali pembantunya mau nyuciin diapers. Oke, mari beralih pada bunda yang bekerjanya di rumah. Boleh lah dipikirkan dulu.
2. Kalau anak sudah aktif merangkak atau berjalan, maka pilihlah tipe Clodi yang kancing dan bentuk celana. Jangan yang bentuk perekat! Akan sulit bagi bunda dalam pemasangannya.
Hari ini 1 Ramadhan 1436 H, Alhamdulillah ya,kita masih diberikan kesempatan untuk kembali merasakan indahnya bulan suci Ramadhan. Bulan yang special, karena disini, kita melakukan ibadah sekecil apapun asal niatnya karena mengharap ridho Allah, namun balasannya subhanallah berlipat lipat daripada bulan bulan lainnya. Jadi jangan sampai kita menghabiskan waktu demi waktu di bulan Ramadhan ini dengan tidur saja.
Hmm,,,kalau bunda sih yakin deh, pagi buta gini kalau ngga lagi nyuci, apa nyapu, apa ngepel, atau lagi siapin baju untuk suami tercinta. Atau lagi siapin diri karena mau pergi ke kantor. Dahsyat nya bunda bunda di Indonesia !
Bunda, ketika kondisi keuangan kita sedang cukup, mungkin berlebih, maka pengeluaran sebesar apapun tidak terlalu terasa. Tapi ketika kondisi perekonomian keluarga sedang berada di bawah, maka semuanya diperhitungkan dengan seksama dan dengan tempo yang selama-lama nya.
Pengeluaran pampers atau diapers sekali pakai sebenarnya telah banyak menyita keuangan kita loh, Bun.
Dalam sehari, dengan kegiatan si kecil yang smakin aktif, dengan makanan dan minuman yang semakin banyak, maka penggunaan pampers bisa 4-6 kali dalam 24 jam. Kalau dikali dengan 30 hari maka rata-rata penggunaan pampers adalah 150 buah per bulan. Hitunglah harga pampers 70 ribu paling murah yang isinya 30, berarti kita sudah menghabiskan 350 ribu hanya untuk pampers. Belum lagi keperluan rumah tangga lainnya.
Terpikirlah untuk menggunakan Clodi, alias Cloth Diapers, alias diapers yang bisa dicuci. What?! Setiap mengganti diapers, kita masih ada pe er untuk nyuci. Aduh,,,, Untuk bunda yang berprofesi sebagai pekerja that is a BIG NO! Kecuali pembantunya mau nyuciin diapers. Oke, mari beralih pada bunda yang bekerjanya di rumah. Boleh lah dipikirkan dulu.
Harga Clodi yang standar 65ribu (sudah termasuk 1 inner + 1 outrer), kalau mau beli inner nya saja palingan harganya 35ribu. Karena baru permulaan, dan budget untuk beli Clodi, belum terlalu besar, maka tipsnya :
1. Beli Clodi yang tipe bagus saja, supaya daya serap nya tinggi, jadi bunda ngga terlalu cape mencucinya. Harganya sekitaran 65ribu - 95 ribu.
2. Kalau anak sudah aktif merangkak atau berjalan, maka pilihlah tipe Clodi yang kancing dan bentuk celana. Jangan yang bentuk perekat! Akan sulit bagi bunda dalam pemasangannya.
3. Bila budget belum besar, maka beli lah 3 outer + inner (sepaket) Clodi dan 3 buah inner nya saja. Kita bisa mengganti penggunaan outer dengan celana dalam atau celana pendek milik anak.
4. Bunda masih harus membeli pampers sekali pakai, untuk dipakai selama siang hari. Karena di siang hari, akan sulit bagi bunda untuk langsung mencuci Clodi sambil mengasuh anak. Maka gunakanlah minimal 2 buah pampers sekali pakai selama siang hari. Dari mulai mandi pagi sampai akan mandi sore. Setelah mandi sore, mulai gunakan Clodi.
5. Siapkan 2 buah ember kecil di kamar mandi. Ember pertama, isi dengan air bersih untuk merendam Clodi yang sudah penuh dengan air pipis, lalu beberapa menit kemudian pindahkan ke ember kedua yang berisi air sabun. Lalu bunda bisa bermain lagi dengan anak. Ketika senggang, ambil Clodi, bilas dan jemur.
6. Teknik jemur boleh di bawah matahari, boleh juga menggunakan kipas angin. Inner Clodi memiliki dua bagian : lembut dan kasar. Agar menjemur lebih cepat, simpan inner bagian halus yang menghadap ke atas karena lebih cepat kering. Lalu setelah kering, balik kan inner sehingga bagian kasar yang menghadap ke atas. Untuk outter, lebih cepat kering yang bagian dalam daripada yang luar.
7. Apabila anak BAB hanya 1 kali dalam sehari, maka mulai dari anak mandi pagi sampai jam 10 pagi bisa menggunakan 1 buah pampers sekali pakai. Lalu biasanya jam 10 si anak BAB, maka ganti dengan pampers yang baru, sampai tiba waktunya mandi sore. Setelah mandi sore, gunakan Clodi. Tahan sampai jam 10 malam paling lama, lalu ganti dengan Clodi baru lagi. Jika kamar tidak menggunakan AC, maka tidak akan ganti Clodi sampai akan mandi pagi keesokan harinya. Penggunaan Clodi paling banyak adalah 3 buah dalam semalam.
Dalam mencuci Clodi pun bunda membutuhkan sabun, penggunaan sabun untuk mencuci air pipis anak, tidak akan banyak. Jadi tidak akan boros, bahkan bisa menggunakan sabun cuci yang biasa bunda pakai sehari-hari.
Jadi kalau bunda bisa menggunakan pampers sekali pakai hanya 2 buah dalam sehari, maka selama sebulan bunda hanya butuh 60 buah. Sehingga dalam sebulan, bunda hanya perlu 2 bungkus pampers isi 30.
Kalau bepergian, maka bunda membutuhkan extra pampers sekali pakai.
Clodi ini sebenarnya bisa melatih anak untuk membiasakan pipis atau BAB di kamar mandi, atau setidaknya membiasakan anak untuk memberi isyarat atau bicara bahwa dia mau ke kamar mandi. Karena ketidak nyamanan nya menggunakan celana yang agak basah.
Extra tenaga untuk mencuci, bagi para bunda memang mantap. Tapi ini untuk kebaikan anak dan kebaikan perekonomian keluarga juga. Dalam sebulan, budget yang biasanya digunakan untuk membeli 5 pampers, bisa digunakan untuk membeli 1 buah Clodi dalam sebulan. Lama lama ketika Clodi bunda sudah banyak, bunda nggak usah pakai pampers lagi,
Bagi bunda pekerja yang tangguh, ingin mencoba juga, boleh saja. Hal ini bisa dibicarakan dengan pengasuh anak bunda.
Oiya bunda, tau nggak manfaat kancing kancing yang ada di depan Clodi?? Hiasan?
Bukan! Itu untuk mengganti ukuran Clodi. Semakin kecil mengancingkan Clodi, maka ukurannya semakin kecil, dari mulai S,M dan L. Ukuran L tidak perlu mengancingkan Clodi.
Baiklah, semoga tips ini bermanfaat.
Be a Smart Mom !
Rabu, 17 Juni 2015
Ketupat Harus Bisa !
Ketupat sudah menjadi suatu hal yang wajib ada di moment Ramadhan dan Lebaran (Idul Fitri). Sebenarnya tidak ada perintahnya dalam Islam, bahwa setiap Ramadhan atau Lebaran harus atau disunahkan ada ketupat. Wong ketupat ini kan tradisi nya bangsa Melayu. Tidak hanya Indonesia, tapi Malaysia juga lho. Ketupat atau Kupat menurut orang Jawa memiliki arti : Ku = ngaku (mengaku) dan Pat = lepat (salah), jadi kupat ini salah satu bentuk permohonan maaf dari seseorang. Kupat juga sering dijadikan sajian pada berbagai upacara di Bali. Bahkan yang lucu nya, ada yang menggantung kupat di depan pintu sebagai jimat katanya. Hmm... mari kita jadikan tradisi yang khas dari bangsa Melayu ini, bukan untuk hal hal yang mistis atau musyrik ya. Cukup maknai sebagai makanan yang enak, yang menemani kita dalam hari hari special. Memaknai nya sebagai bentuk permohonan maaf pun tak apa, kan seru kalau kupatnya digunakan untuk berbagi, Jangan lupa opor nya... Hehehe...
Ada kejadian seru hari ini berhubungan dengan kupat. Di rumah mertua, hari ini adalah sehari tepat sebelum 1 Ramadhan, dan mamah mertua masaknya ketupat hari ini. Waktu aku lagi main sama anak, tetiba mamah nanya apakah aku bisa buat bungkus kupat atau ngga. Aku jawab jujur aja, daripada bohong terus disuruh bikinin, wah berabe,,, Trus kata mamah, kamu harus bisa, HARUS katanya, Wih,,, kenapa sih dalam hati. Oke lah, ini tantangan buat ku. Oke, mah yuk ajarin.
Setelah berhasil membuat anak tertidur, aku datangi mamah yang memang sedang membuat bungkus kupat. Bungkus kupat ini terbuat dari daun kelapa yang masih muda (janur).
Bentuk daun nya panjang bagian kepala (atas) lebih besar daripada bagian buntut (bawah). Di daun nya masih ada bagian samping daun yang keras, ternyata itu harus dilepas dulu, bisa menggunakan pisau atau ditarik dengan tangan (kalau tangannya kuat), bagian yang keras ini kalau dikumpulkan bisa menjadi sapu lidi. Tersisa lah daun yang panjang dan halus, ternyata itu ada dua lapisan daunnya, dibelah menjadi dua. And here we go... kita menganyam dan menyulap dua helai daun ini menjadi ketupat,
Percobaan pertama, njelimet, pusing dan bongkar lagi. Untung mamah walapun lagi flu berat, masih sabar ngajarin menantunya ini.
Percobaan kedua, oke aku mulai mengerti pola nya. Dan memang dasarnya itu menganyam, Berhasil. Yes satu ketupat.
Selanjutnya masih bertanya dan bingung ketika memulai lagi dari awal. Anyway berhasil ketupat kedua.
Untuk ketupat ketiga dan keempat, ini benar benar hasil pemikiran ku. (Maap ngga maksud sombong), karena asli! bikin bungkus ketupat itu susah lho, awalnya. Selanjutnya kamu pasti bisa!
Dari empat kupat yang berhasil dibuat, ada beberapa yang katanya kupat nya 'bobo', karena pertemuan 'kepala' nya salah. Its OK, yang penting, waktu masukin beras nggak bocor keluar kemana-mana.
Alhamdulillah, besok 1 Ramadhan 1436 H. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadah yang kita lakukan dapat sah dan diterima oleh Allah, serta dapat terus diamalkan setiap hari di hari hari berikutnya. Mohon maaf, karena kami adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Makna Kehidupan yang Terasing ?
Keluar dari rutinitas sehari-hari : berangkat subuh, bermacetan dengan seluruh warga Indonesia yang bekerja di jantung negara, berkutat dengan layar monitor, canda tawa keluh kesah teman dari mulai masalah pekerjaan sampai masalah keluarga, berbagi informasi dengan ibu ibu di ruang laktasi sampai terus berusaha mengeluarkan tetes demi tetes air kehidupan, solat bersama di mushola, jajan dan ngobrol sebentar di koperasi, bersinggungan dengan masalah pekerjaan, project yang tak kunjung selesai. Sore yang penat dengan hiruk pikuk mobil melaju menuju peraduannya, Tiba di rumah harus menyiapkan makanan untuk buah hati tercinta, Bahkan untuk sekedar bermain dan bercanda pun sudah terlalu lelah. Membereskan kamar sebelum beristirahat. Cek hp dan media sosial untuk memeriksa apakah ada pesanan barang atau tidak. Anak sudah terlelap dengan bantuan susu formula. Menghela napas. Lelah. Setiap hari terlewati seperti itu.
Hari libur Sabtu dan Minggu pun menjadi hari pemasalan, berdiam di rumah, walau tak sepenuhnya bisa beristirahat, karena masih harus menemani anak bermain, mengganti pampers, menyiapkan dan menyuapi makan. Belum lagi kalau anak sedang batuk, napas nya sesak, terengah engah, Kasihan melihatnya, sedih meninggalkannya ke kantor. Anak sekecil itu harus diurus berpindah tempat setiap hari, Wajarlah kalau badannya ringkih, belum lagi, ASI yang tak bisa sebanyak dulu. Haruskah kulepaskan rutinitas ku di kantor? Padahal selama ini, penghasilan ku di kantor, lumayan bisa membantu perekonomian keluarga. Ya, walaupun sebenarnya sebagian penghasilanku habis untuk membayar orang yang membantu menjaga anak dan membantu pekerjaan rumah. Tak ada tersisa untuk menabung demi masa depan. Suamiku tidak pernah mengharuskan ku untuk bekerja dan tidak juga memaksa ku untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Semua ia serahkan padaku.
Hari itu, anak ku sakit batuk yang menurutku sudah parah, Badannya panas demam, batuk nya seperti tercekik, ia tidak mau minum apapun. Kata dokter anak langganan kami, kalau anak panas dan tidak mau minum, perlu diwaspadai. Akhirnya kami bawa anak ke Rumah Sakit Hermina Bekasi Barat, Dokter kami pun langsung memutuskan untuk rawat inap. Memasukan jarum infusan pada anak, membutuhkan kekuatan mental bag kami. Mana tega melihat anak menangis teronta ronta dan darah berceceran di mana-mana. Sejak saat itu, muncul keyakinan yang sangat bulat, bahwa aku harus resign.
Per 1 April 2015, resmi lah aku dinobatkan sebagai ibu rumah tangga. Sebelum memasuki rutinitas baru di rumah (mertua), aku memulai usaha jualan. Sehingga masih ada beberapa peser uang yang bisa ku hasilkan. Di hari terakhir aku bekerja, aku mendapat kenyataan bahwa aku hamil. Alhamdulillah. Dengan penuh kehati-hatian dalam bergerak, takut melukai janin di dalam perut, maka gerak ku mulai terbatas. Di sisi lain anak ku sangat aktif, usianya kala itu 1 tahun 3 bulan. Tak ku pungkiri, kelelahan dalam menjalani kehidupan ibu rumah tangga pun tidak kalah dengan rutinitas di kantor. Karena di sini, di rumah, dengan anak, terlibat seluruh jiwa raga dan perasaan, Kuncinya adalah bersyukur, sehingga apapun yang terjadi tidak akan membuat kita sedih. Aku hanya manusia biasa yang punya banyak kelemahan. Masih sering mengeluh pada suami, alhamdulillah Allah memberikan suami yang sangat sabar dan menanggapi setiap keluhan ku dengan dewasa dan diajak untuk mengembalikan semua pada Allah. Ini adalah proses kehidupan yang harus aku, suamiku, dan anak-anak ku jalani.
Aku, istri yang sedang berbadan dua, mengurus anak setiap hari dengan rutinitas yang membuat fisik menari nari, emosi melunjak lunjak, kadang tertawa sampai lemas melihat tingkah anak. Bahkan menangis memeluk anak yang kala itu sakit. Melihat nya bermain serius, tak terasa meneteskan air mata. Masa ini, masa menemani nya adalah masa keemasan juga bagi ku. Melihat tumbuh kembangnya, mendengar tangisannya ketika aku tidak ada dalam penglihatannya, mencium seluruh aroma tubuhnya. Indahnya bila diuraikan satu persatu, nampak tak ada peluh terasa.
Suamiku yang sedang merintis perusahaannya, memulai nya dari nol bersama rekan kerja nya. Memikirkan karyawannya, proyeknya, pekerjaannya, keuangan perusahaan, prospek ke depannya. Masyaallah, begitu hebatnya lelaki ini. Tak pernah ia nampak kan kelelahan itu. Ia slalu meletakan gelas berisi air nya terlebih dahulu karena kalau gelas berisi air itu terus dipegang dan ia bawa kemana mana, maka tumpahlah air nya. Itu perumpamaan yang slalu ia katakan. Suamiku yang sangat percaya akan kekuasaan Allah, percaya bahwa Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kekuatan hamba Nya. Maka ini, kehidupan ini adalah yang layak dan paling baik yang tlah Allah siapkan bagi kami.
Jika terus melihat ke atas dengan hati yang pongah, maka tak kan ada habisnya kita meratapi kondisi saat ini. Tataplah ke atas, tengadahkan tangan meminta pada Sang Maha Memiliki Segalanya. Tundukan hati, memohon.
Seperti apa kehidupan teman teman?
Jangan malu, jangan minder. Karena setiap peran dalam kehidupan pasti memiliki makna.
Tergantung peran tersebut, mau kah ia memaknai perannya dalam kehidupan?
Atau hanya membiarkan makna itu menjadi angin yang terasing lalu pergi seiring hancurnya jasad ini?
Kamis, 31 Oktober 2013
Cara Bijak Rasulullah dalam Mendidik Anak Part I
Cara Bijak Rasulullah dalam Mendidik Anak
Sejak dalam kandungan – 18 Tahun
Karya : Nur Kholish Rif'ani
Ini adalah buku pemberian suami saya. Suatu hari suami saya sedang menunggu rekan kerjanya di mall di daerah Jakarta Utara. Sambil menunggu, dia menghabiskan waktunya di Gramedia. Bertemulah dia dengan buku ini. Ini adalah salah satu dari lima buku yang ia beli. Dari lima buku ini, dua diantaranya adalah buku mengenai kehamilan, dua lagi mengenai cara mendidik anak, dan satu lagi mengenai keuangan keluarga yang sakinah. Subhanallah jika melihat dari judul judulnya, sangat menarik, inspiratif dan bermanfaat.
Makanya mesti kita baca !!!.
Awalnya saya baca buku mengenai kehamilan dan kaitannya dengan gerakan shalat. Kemudian beralih ke buku kehamilan dan tahapan-tahapannya. Buku itu akhirnya diturunkan pada adik suami saya yang sedang hamil baru 1 bulan. Dan pindahlah saya ke buku ini. Cara Bijak Rasulullah dalam Mendidik Anak -Sejak dalam kandungan – 18 Tahun-. Luar biasa buku ini, saya baru baca sampai halaman 49, tetapi sudah menggerakan hati saya untuk segera sharing mengenai manfaat yang didapat dari isi buku ini.
Sekarang kita lihat dari judulnya, "...Mendidik Anak". Bagaimana kita bisa mendidik anak jika orang tua nya tidak belajar. Belajar disini bukan hanya di jenjang pendidikan resmi seperti sekolah atau perguruan tinggi. Banyak di luaran sana yang orang tuanya tidak lulus SD, tapi anaknya melejit menjadi orang yang luar biasa.
Lalu belajar seperti apa yang dimaksud? Orang tua yang senantiasa membuka mata dan hatinya untuk mempelajari kekuasaan Allah, mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, menjaga dan melestarikan apa yang Allah titipkan. Dengan cara apa? Banyak majelis ilmu di luaran sana yang dapat mendukung niat kita untuk belajar. Banyak buku buku yang dapat kita selami, banyak orang, teman, sahabat, rekan, dan keluarga yang bisa membantu dan berbagi ilmu. Tidak ada lagi alasan untuk tidak belajar. Apalagi untuk niat mulia kita, agar anak kita kelak menjadi orang yang berilmu. Manusia punya iman tapi tak punya ilmu maka hanya akan dibodoh bodohi, sedangkan manusia punya ilmu tapi tidak punya iman maka hanya akan menjadi manusia yang sombong yang tidak menyadari bahwa semua kepintarannya dari Allah.
Bagian pertama di buku ini membahas mengenai Bekal Orangtua Dalam Mendidik Anak. Bagaimana kewajiban setiap orang tua dalam mencari ilmu, bahkan Rasulullah mencontohkan doa untuk terhindar dari rasa malas.
Bekal ibu dalam mendidik anak. Saya mengutip dari isi buku ini, Istri yang terbina pasti akan memahami posisi dirinya sebagai mitra suami dalam menjalankan tugas dakwahnya, Maka, ia akan berusaha bahu-membahu dengan suaminya dalam melaksanakan kebaikan, naik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakatnya. Sepertinya semua orang sepakat akan hal ini, ketika kita sebagai perempuan ada seorang pria yang melamar, seharusnya kita sudah menyadari bahwa kita kelak akan memiliki partner seumur hidup, yang harus kita terima baik dan buruknya, lemah dan kuatnya.
Kemudian ada lagi kutipan isi buku yang bagus, Seorang ibu dituntut untuk dapat bekerja dengan cerdas, ikhlas dan tuntas,sehingga ia dapat mendukung tugas dakwah suami dan melaksanakan tugas mendidik anaknya. Perhatikan kata kata cerdas, ikhlas, dan tuntas. Ini cakupan kata yang artinya luas. Semua hal tindakan baik itu pekerjaan maupun hal hal kecil yang manusia lakukan dalam hidup ini haruslah dilakukan dengan cerdas artinya kita harus berilmu sehingga dalam melakukan berbagai pekerjaan berlandaskan ilmu, tidak gegabah serta tidak mudah dibohongi/ ditipu. Kemudian ikhlas, benar sekali, ikhlas dengan masalah apapun yang menghadang kita dalam mencapai tujuan, ikhlas dengan kondisi lingkungan pekerjaan kita, ikhlas dengan sifat orang yang berbeda-beda, yang tentu harus kita pahami. Terakhir tuntas. Selesaikan semua pekerjaan kita dengan tuntas. Selesai dan tidak ada hutang apapun. Tuntas disini maksudnya adalah sampai dengan perasaan yang penuh tawakal. Pekerjaan manusia dikatakan selesai ketika ia sudah berserah diri pada Allah, menyerahkan segala hasil yang didapat pada Allah. Karena kita percaya bahwa apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi kita saat ini.
Ada lagi ini, Memilihkan ibu yang baik bagi anak meripakan tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya. Ini berarti si anak berhak unruk mendapatkan ibu yang salehah. Kalau ini tidak terpenuhi, maka sang ayah telah merampas hak anaknya untuk memiliki ibu yang salehah.
Betapa tugas sang ayah pun tidak kalah beratnya. Sang calon ayah harus teliti dan jeli dalam memilih calon istri dan calon ibu bagi anak-anaknya kelak. Maka kita sebagai perempuan, jika ingin mendapatkan suami yang shaleh, kita juga harus menjadi perempuan yang shalehah.
Preman sekalipun mungkin akan mencari istri yang "benar", untuk mendidik anak-anaknya. Preman sekalipun ingin anak-anaknya kelak menjadi orang yang "benar". Tidak seperti bapaknya.
Di sini dibahas juga mengenai sosok sosok istri pada zaman Rasulullah yang inspiratif.
Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Karena kepada ibulah seorang anak banyak belajar. begitu lahir, anak belajar menyusui dari ibu, belajar tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, mengucapkan kata pertama, semuanya dengan bantuan ibu. Ibulah yang paling banyak menghabiskan waktu untuk mengurus anak dan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya dari hari ke hari. Maka tidaklah salah jika kita katakan bahwa setiap tokoh besar yang memiliki andil penting dalam menaklukan berbagai belahan negeri dan kerajaan musuh, serta memiliki nama harum yang disebut-sebut sepanjang masa, selalu dibesarkan dan belajar dari kepribadian seorang ibu yang agung lagi mulia.
Pembahasan selanjutnya adalah mengenai Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan.
Islam memiliki tata cara yang sangat cermat, yaitu ketika suami dan istri akan melakukan hubungan suami istri pun ada doanya. Sabda Rasulullah Saw :
"Manakala seseorang diantara kalian menggauli istrinya, terlebih dahulu mengucapkan, 'BISMILLAAHI, ALLAAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA', (dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, hindarkan kami dari gangguan setan dan hindarkan pula anak yang akan Engkau anugerahkan kepada kami dari gangguan setan) kemudian dilahirkan dari keduanya seorang anak, niscaya selamanya setan tidak akan mengganggunya." (HR. Muttafaqun 'alaih)
Subhanallah Islam telah mengatur tata cara sebegitu rinci dan indahnya, Allah akan melindungi anak yang bahkan belum berada di rahim perempuan.
Menurut penelitian De Casper, ia berpendapat bahwa :
Perubahan daya menghisap (jempol) bila mendengar suara tertentu.
Mendapatkan kenyamanan bila ibu bicara dengan bahasa daerahnya sendiri.
Bila mendengar cerita yang disukainya, denyut jantung bayi menjadi stabil dan melambat. tetapi akan meningkat bila mendengar cerita yang tidak disukainya.
Intinya kita sebagai calon ibu, harus senantiasa memberikan stimulus yang baik bagi si jabang bayi. Mengucapkan kata-kata yang baik, berusaha untuk menenangkan hati dan pikiran.
Pengalaman saya sendiri mengenai hal ini, saya bekerja dan tak dipungkiri bahwa terkadang saya mengalami stress ketika bekerja. Ketika itu denyut jantung saya berdebar dengan menahan rasa amarah, dan ketika itu si jabang bayi diam tak bergerak untuk waktu yang cukup lama. Saya sempat merasa panik sendiri, sampai akhirnya menyadari bahwa mungkin ini efek dari tingkat stress saya yang terlalu tinggi. Oleh karenya itu saya segera ber-istighfar memohon ampun pada Allah, dan berdoa agar si jabang bayi bisa kembali bergerak beraktifitas seperti biasanya. Tak lama setelah itu, ia bergerak dan entah bagaimana saya mendeskripsikan rasa senang ini. Karena ketika ia bergerak, menendang, bergeliat, atau aktivitas apapun, hal itu membuat hati saya menjadi bahagia.
Dzikir dan doa tak berhenti samapi situ saja, melainkan terus dibaca sampai anak lahir dan seterusnya. Ada beberapa doa yang saya kutip dari buku ini, saya fotocopy dan saya baca setiap habis shalat.
Menyerukan adzan di telinga kanan di Bayi ketika lahir. Bagi sebagian orang hal ini merupakan suatu hal yang mengada-ada. Tetapi makna yang terkandung di dalamnya adalah, ketika bayi baru lahir alangkah baiknya diperdengarkan kalimat tauhid salah satunya dengan adzan atau shalawat.
Rasulullah bersabda :
"Jika diserukan adzan untuk salat, setan lari terbirit-birirt dengan mengeluarkan kentut sampai tidak mendengar seruan adzan" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Mendidik Anak Dari Lahir Sampai Usia 3 Tahun
1. Merayakan kelahiran bayi dengan 'Aqiqah.
Rasulullah bersabda :
"Dari Aisyah Ra. sesungguhnya Rasulullah Saw. memerintahkan kepada para sahabat untuk mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan dua kambing yang besar dan anak perempuan satu kambing" (HR. Tirmidzi)
2. Memberikan nama yang Baik.
Ada satu hal yang saya kutip dari buku ini dan saya rasa teman-teman harus tau.
Dari Samurah bin Jundub ia berkata, telah bersabda Rasulullah Saw., "Perkataan yang paling dicintai oleh Allah ada empat:Subhanallah, Alhamdulillah, Laailaahaillallaah, dan Allahu akbar, Tidak masalah yang mana di anatara kalimat itu akan engkau mulai. Dan janganlah engkau namai anakny dengan Yasar, Rabah, Najih, dan Aflah. Sebab, engkau nanti akan bertanya:'apakah ia ada di tempat?' jika ternyata tidak ada, maka akan dijawab :'Tidak ada'." (HR.Muslim)
Maksud hadis ini adalah jika orang tersebut bernama Rabah (beruntung), lantas ada seseorang yang mencarinya:"apakah Rabah ada di rumah?". Jika tidak ada, maka akan dijawab: "Rabah tidak ada di rumah" yang artinya keberuntungan tidak ada di rumah. Oleh sebab itulah nama itu dimakruhkan.
Islam sudah mengatur hal seperti itu, yang mungkin bagi kita tidak terpikirkan. Setiap orang tua selayaknya ingin memberikan nama yang terbaik bagi anaknya. Keberuntungan adalah nama yang baik. Tapi hal tersebut dimakruhkan oleh Islam, karena hal tersebut di atas. Subhanallah...
3. Mencukur Rambut Bayi kemudian menimbang beratnya dan bersedekah setara perak dengan berat setara berat rambut bayi tersebut.
4. Mengkhitan anak pada waktunya.
5. Memberikan perhatian ketikan anak sakit.
Kamis, 24 Oktober 2013
Loveable Occupation
Selamat Pagi INDONESIA !!!
Indonesia merdeka berdaulat...
Indonesia yang terkenal ramah dan tamah...
Indonesia yang terkenal juga dengan kemacetan dan korupsinya...
Terlepas dari itu semua kita mesti cinta Indonesia.
Di sini tempat kita lahir, tempat berkumpul bersama keluarga yang mencintai kita, tempat kita dapetin kerja dapetin uang, (meskipun yang punya perusahaan tempat kita bekerja ya orang asing juga sih,,,), tempat kita dapetin jodoh, (aseeek...), pokoknya harus banyak bersyukur deh yaaa,,,
Ngomong-ngomong soal pekerjaan di Indonesia nih...
Jadi pengen cerita soal pekerjaan sehari-hari saya...
Saya bekerja di perusahaan asing yang yaaahhh lumayan terkenal lah. Perusahaan otomotif yang lumayan cetar dengan keluaran mobil murah terbarunya. Pasti you pada tau lah ya. OK, perusahaan dari Jepang.
Tahun 2010 tepat saya masuk ke perusahaan ini, melalui tes psikotes dan tes tes lain nya di kampus.
Kebetulan kampus saya dengan perusahaan ini mempunyai hubungan rekanan yang baik.
Jadi perusahaan yang datang ke kampus untuk melakukan recruitment.
Lolos satu tahap, masuk ke tahap berikutnya yaitu wawancara psikotes di hotel Kartika Bandung.
Lolos lagi, masuk ke tahap wawancara HRD di Jakarta, di head office nya. Nego gaji dan minat pekerjaan.
Lolos lagi, masuk tahap wawancara user. User yang nantinya akan menjadi atasan saya.
Saya diwawancarai oleh Dept head dan Supervisor departemen Ekspor.
Sebelumnya saya sudah tau akan diwawancarai bidang ekspor, jadi saya googling sebanyak-banyaknya mengenai proses ekspor itu seperti apa. Karena jujur saja, saya hanya mengerti bahwa ekspor adalah pengiriman barang ke luar negeri. Di luar itu,, I dunno...
Lolos lagi. Selanjutnya Medical Check Up di Prodia Bandung.
Lolos lagi.
Welcome to PT. Astra Daihatsu Motor Head Office Jakarta Utara !!!!
**Paparampaaaa**
Sempat terjadi konflik batin antara mengambil pekerjaan tersebut di Jakarta atau mencari pekerjaan lagi di Bandung. Kondisi keluarga yang sedikit memberatkan ketika harus mengambil pekerjaan di Jakarta.
Ibu yang masih sendiri, harus ku tinggalkan ke Jakarta. Sekalipun ada kakak dan istrinya di Bandung.
Selain itu di Jakarta saya hidup sendiri, adapun keluarga tetapi jauh.Subhanallah kontroversi hati yang sangat tinggi. Akhirnya dengan menyerahkan semua pada Allah, kutinggalkan Bandung. Menangis, memeluk badan ibu yang mulai ringkih. Ya Allah, lindungi dan bahagiakan ia...
Kosan Pertama di Cempaka Mas, hasil pencarian bapak saya. Tetapi sayang ternyata saya kurang betah, karena kosan nya campur, kamar mandi di luar, mencuci dan menjemur di loteng (atap genting), perjalanan menuju ke kantor yang lumayan jauh (kalau macet), selain itu harus berdesak desakan di bus metro mini 07.
1 bulan saya di sana, langsung pindah ke kosan di Sungai Bambu, jarak tempuh ke kantor cukup jalan kaki, sekalipun jauh dan berkeringat sesampainya di kantor, tetapi setidaknya tidak usah kena macet kena desakan bus. Hitung hitung olahraga. Saya ngekost di Sungai Bambu sampai akhirnya saya diboyong oleh sang Pangeran ke Bekasi.
Di kosan ini jujur saja saya betah sekali. Alasannya :
1. Harga sewa nya Rp. 350 ribu saja teman teman !!! Tanpa ada tambahan biaya biaya apa lagi...
2. Kosannya khusus perempuan. Bahkan tamu laki laki dilarang masuk !
3. Kamar mandi di luar, tapi bersih karena ada pembantu yang membersihkan.
4. Yang punya kosannya DOKTER, ada klinik nya di bawah. Kalau sakit tinggal turun deh,,,
5. Jemuran di dalam, jadi kalaupun hujan, tenang...
6. Cari makan gak susah, indomar*t dan alfama*rt sebrang sebrangan.Alhamdulillah sesuatu...
Dengan kelemahan :
1. Tidak boleh bawa kendaraan, karena bu kost khawatir hilang dicuri.
2. Kamar yang saya tempati dari awal sampai keluar, itu tidak ada ventilasi ke udara luar. Pengap.
Luar biasa bukan, dengan kelemahan yang hanya segitu, bisa dapat dengan harga yang minimalis.
Kembali ke masalah pekerjaan, bekerja disini bisa dikatakan menyenangkan. Bukan karena pekerjaannya, melainkan karena teman dan suasananya. Tidak terlalu tua untuk seumuran saya (baru lulus kuliah langsung kerja). Mungkin faktor yang paling mendukung tingkat betah saya di perusahaan ini adalah teman-teman.
Kalau bos besar dan pekerjaan sih yaah begitulah. Sepertinya hampir di setiap perusahaan merasakan hal yang sama.
Pernah saya mencapai titik jenuh, sangat jenuh, dengan semua pekerjaan dan lingkungan yang ada. Bahkan dengan teman kerja pun merasa jenuh, dan rasanya semuanya menyebalkan kala itu.
Saya terpikir untuk resign dan berwirausaha saja.
Suami saya seorang wirausaha. Punya usaha machining sendiri.
Saya sharing mengenai kejenuhan saya ini pada suami.
Suami berkata :
"Belum tentu ketika kamu keluar dari perusahaan lalu menjadi wirausaha, kamu tidak akan menemukan orang orang macam bos besar dan pekerjaan yang sulit. Di perusahaan sebesar ini, semua sudah tersistemasi, terintegrasi, peraturan jelas ada, pelanggaran terkena sanksi, pendapatan tetap setiap bulan. Kamu tau di dunia usaha, peraturan masih belum jelas, bahkan ada hal-hal yang harus dibuat peraturan dahulu. Kemudian orang-orang macam bos besar itu banyaak sekali diluaran sana, selain mereka memiliki emosi yang tinggi seperti bos besar, mereka juga belum tentu tau aturan. Oleh karena itu kamu harus banyak bersyukur atas apa yang Allah berikan pada mu saat ini. Mungkin nanti akan ada waktunya kamu keluar dari perusahaan dan berbakti untuk lingkungan sekitar. Tapi dengan niat yang bersih, bukan niat karena ingin keluar dari lingkar kejenuhan".
Tercenung dan tak bisa menyanggah sedikit pun.
Menangis terurai air mata, malu akan keegoisan yang ada dalam hati ini.
Baiklah mulai saat itu, saya bertekad untuk terus berikhtiar di jalan Allah.
Berdoa dan bertawakal atas apapun yang Allah tentukan.
Banyak posting saya yang mengurai mengenai ilmu tawakal.
Karena saya sebagai manusia biasa yang masih memiliki egoisisasi, merasa masih harus banyak belajar mengenai ilmu ikhlas dan tawakal.
Belajarlah mencintai pekerjaan yang sedang anda kerjakan saat ini.
Jika pun anda memutuskan untuk keluar dari pekerjaan anda saat ini, luruskan niat terlebih dahulu.
Niatkan untuk bermanfaat lebih banyak bagi orang lain, dan niatkan hanya untuk Allah.
Insyaallah bekerja dimanapun, dengan siapapun, berapapun upah yang diterima, akan terasa nikmat dan barakah...
Insyaallah..
Senin, 21 Oktober 2013
Kehamilanku 23 Minggu
Semangat Pagi Para Ibu Hamil,
...yang dengan semangatnya dapat menggairahkan janin di dalamnya
...yang dengan senyumannya dapat membahagiakan janinnya
...yang dengan Rahmat-Nya semua ibu hamil dapat diberikan keberkahan...
Tidak terasa kandungan saya sudah berusia 23 minggu.
Padahal jika diputar waktu, rasanya baru kemarin saya bangun tidur.
Lalu suami saya dengan spontan berkata, "Un, coba tespek deh..".
Sempat ternganga beberapa detik, karena tanggal tersebut adalah tanggal yang kemungkinan datang haid nya masih tinggi. Dan ya,, rasanya terlalu cepat.
Terlebih lagi sekitar 2 minggu kebelakang, saya sempat merasa pusing dan mual.
Lalu, dengan percaya dirinya saya menjaga perut agar tak tergoncang, membatasi makanan dan mengurangi olahraga berat.
Ketika tespek, tak dinyana hasilnya negatif.
Dari situlah saya mulai bertawakal dan berserah diri pada Allah.
Kapanpun waktunya, saya akan terima, karena saya yakin itulah waktu yang tepat bagi saya dan suami saya.
Suami saya pun selalu membimbing saya untuk senantiasa bertawakal dan bersabar.
Setelah berkutat dengan pemikiran itu, saya menuju kamar mandi dan bersiap tespek.
Tak ada rasa gundah, deg-degan, atau was was.
Yang ada hanya melongo melihat alat tespek.
Perlahan tanda strip itu mulai berjalan, dan....
stripnya tidak hanya satu,, ia berjalan dan bertambah menjadi dua strip.
Salahnya, kata pertama yang keluar dari mulut adalah "astaghfirullah"...
Seharusnya "alhamdulillah".
Spontan... Saya koreksi dan segera mengucap alhamdulillah.
Bercampur aduk rasa itu.. Sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Para Ibu hamil mungkin tau rasanya...
Waktu terus berjalan...
1 bulan pertama, perut bagian rahim rasanya seperti diremas remas. Mules serasa mau haid, tapi tidak keluar darah. USG pertama ketika hamil, untuk memastikan apakah benar hamil. Alhamdulillah sudah ada gumpalan darah di dalam rahim.
2 bulan berikutnya, mulai terasa mual dan malas makan.
3 bulan, memasuki bulan Ramadhan. Saya masih merasa kuat untuk berpuasa. Padahal ketika itu saya sedang mengejar deadline pengumpulan skripsi, dan disaat yang sama suami saya masuk rumah sakit karena demam berdarah. Berat badan turun 3 kilo, sempat sakit panas demam karena kelelahan. Oleh karenanya saya melakukan USG, dan betapa terharunya melihat ada sesosok bayi di dalam perut saya. Dia bergerak, tangannya memukul mukul. Tetesan air mata mulai mengalir. Subhanallah...
4 bulan mulai doyan makan. Kiloan mulai naik dan sesuai dengan standar. 1 bulan naik 1 kilo.
5 bulan. masih seneng makan, malah suka jalan-jalan, silaturahmi, pergi berdua sama suami.
Selama 5 bulan ini, alhamdulillah masih bisa puasa bayar hutang Ramadhan kemarin.
Saya bolong 13 hari, dan baru terbayar 3 hari.
Alhamdulillah nya lagi, saya tidak ngidam yang aneh-aneh.
Kalaupun lagi mau, dan tidak ada, ya sudah. Kalau lagi ada, ya syukur.
Terkadang, tanpa diduga, lagi ingin makan rujak, ada teman yang membeli rujak dan menawarkan pada saya.
Subhanallah...
Saya ikut grup Ayahbunda, sehingga setiap minggu akan mendapatkan berita mengenai perkembangan janin saya.
Berikut kutipan info yang didapat dari Ayahbunda :
Beratnya kini 450 gram dengan panjang 20 cm. Walaupun lemak telah tersimpan dalam lapisan kulitnya, janin Anda masih terlihat kemerahan dengan kulit keriput karena susunan jaringan kulitnya masih longgar. Kulitnya berwarna kemerahan akibat pengendapan pigmen. Di minggu ini ia juga semakin aktif. Melalui video fetoskopi, Anda tentu dapat melihat tangannya bermain-main menelusuri tali pusat dan mendorong membran amnion yang melingkupinya dengan wajah dan tangannya. Ia juga bisa menelan sedikit cairan amnion dan mengeluarkan sisa pencernaannya dalam bentuk urin. Cairan dan zat gula yang didapatnya dari amnion jadi sumber nutrisi penting untuknya. Ia juga bisa cegukan saat menelan sejumlah cairan. Ini ditandai dengan gerakannya yang menyentak di dalam rahim Anda. Tulang tengkorak di sekitar telinganya juga mengeras, ini artinya ia bisa mendengar suara Anda dengan sangat jelas.
Tinggi rahim Anda sekarang 25 cm. Besar rahim Anda hampir sama dengan bola sepak. Puncak rahim berada di tengah-tengah antara bagian bawah tulang dada dan tali pusat. Dengan semakin melarnya perut, kulit perut pun akan tertarik sehingga kadang-kadang terasa gatal. Saat ini kontraksi Braxton Hicks dapat timbul. Kontraksi ini terjadi secara tidak teratur dan tanpa rasa nyeri. Saat ini rahim sedang 'belajar' menghadapi proses persalinan. Semakin tua usia kehamilan Anda, kontraksi ini akan semakin kuat. Jangan mengartikan kontraksi ini dengan proses persalinan sesungguhnya. Anda dapat merasakan kontraksi dengan meletakkan tangan di atas perut. Ini tidak berbahaya bagi janin karena saat ini terjadi, janin hanya merasakan rahim seakan memijatnya.
To do list minggu ini...
☐ Rutin olahraga untuk cegah obesitas, preeklampsia dan diabetes gestasional.
☐ Banyak minum dan beli krim untuk kurangi strech mark di payudara, bokong dan perut.
☐ Rencanakan babymoon, liburan berdua suami sebelum punya bayi.
☐ Monitor pergerakan bayi dengan menghitung jumlah tendangannya.
Seru deh bisa tau perkembangan janin kita. Ibu hamil harus berpositif thinking, jangan terlalu banyak khawatir. Karena itu pertanda kita belum tawakal. Tapi jangan lantas diam dan pasrah. KIta harus tetap mencari ilmu, sharing dengan teman atau ibu ibu yang sudah pernah hamil, gali pengetahuan seluas luasnya. Lalu tetap waspada !
Kita bisa mengetahui, mengapa minggu ini kita sering gatal-gatal, lalu kantung kemih semakin tertekan, dan makin sering ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Saya semakin rajin minum susu hamil. Meskipun di awal bulan saya malas minum susu hamil, saya maunya susu kotakan biasa yang bukan untuk ibu hamil.
Beberapa hari yang lalu saya tes Hemoglobin di bidan Titin MGT. Ternyata Hemoglobin saya masih di bawah normal, meskipun tidak terlalu jauh. Sehingga saya disarankan untuk makan telur, susu, sayuran hijau dan obat penambah darah. Hmmm.. hati hati ya ibu hamil,,, jangan sampai hemoglobin kita rendah saat akan melahirkan. Hal tersebut dapat berbahaya bagi anak dan ibu nya.
Subhanallah, sharing kita hari ini sudah cukup banyak ya..
Semoga dapat bermanfaat bagi para ibu hamil.
Kalau mau ikutan Ayahbunda, bisa masuk ke www.ayahbunda.co.id
Ibu ibu cukup daftar seperti membka account baru, lalu setiap minggu akan dikirimkan mengenai perkembangan bayi anda ke email anda masing-masing.
Kehamilan adalah anugerah dari Allah Sang Maha Kuasa.
Bersyukurlah, peliharalah dengan baik titipan-Nya dan bertawakal serta bersabarlah atas segala ketetapan-Nya.
Silaturahmi
Banyak orang yang habis waktunya dengan bekerja. Mengabdikan hampir seluruh waktunya untuk perusahaan. Silahkan. Tidak ada yang menyalahkan. Tetapi ingatlah bahwa setiap bagian dalam tubuh kita memiliki hak yang harus kita penuhi.
Mata kita, janganlah habis memandangi komputer dan berkutat dengan hitung hitungan.
Hidung kita, jangan lah habis menghirup udara AC, lalu flu.
Mulut kita jangan hanya membicarakan pekerjaan, karyawan lain, menjadi ghibah dan dzalim.
Naudzubillah...
Bagaimana dengan waktu yang berkualitas. Ia tidak banyak dan lama tapi memiliki makna.
Lagi lagi makna.
Benar. Setiap perkataan dan perbuatan pastilah memiliki makna.
Jika kita menyadarinya.
Hari ini tanggal 20 Oktober 2013.
Seharusnya saya menghadiri pernikahan teman kuliah saya di Polban. Pernikahannya di Garut.
Tetapi di waktu yang sama, ibu saya datang ke rumah kakak di Cibitung. Jadi kita berkumpul sekeluarga di rumah kakak.
Saya dan suami tiba di rumah kakak jam 9.30. Kami bersalaman dan berpelukan,mengungkapkan rasa rindu dengan bahasa tubuh.
Tak lama kemudian kami semua berangkat ke Blu Plaza Bekasi Timur untuk berjalan jalan dan membelikan laptop mainan untuk Calista (anak kakak). Sepulang dari situ, kami semua menuju Pizza Hut GrandWisata. Menikmati makanan yang super lezat. Alhamdulillah. Sampai kekenyangan semua. Kami bersendagurau, bercanda dan berkomunikasi. Tak lupa sesi foto.
Selesai perjalanan kami, lalu pulang ke rumah kakak. Shalat dzuhur. Dan tanpa dikomando, semuanya berbaring di lantai, melepas lelah.
Waktu bersama ibu yang tidak banyak membuat saya terbangun dan berpindah tidur di sebelah ibu. Bergenggaman tangan. Tak saling bicara. Untaian doa mengalir dalam hati.
Waktu sudah sore,kami harus pulang. Karena nanti malam ada pengajian rutin di rumah mamah.
Saya berpamitan dan berpelukan. Melihat mata ibu membuat hati ini sedih dan tak mau beranjak.
Ya Allah waktu ku tak banyak bersama nya. Ketika waktu kebersamaan itu tiba, berikan kesan dan perasaan yang bahagia untuk ibuku agar menemani hari harinya dengan memori kebersamaan yang indah ini.
Perjalanan kami belum selesai.
Di tengah perjalanan kami bertemu teman kuliah suami yang ternyata rumahnya tak jauh dari rumah kakak. Dan mendapat makanan dalam rangka syukuran anaknya berusia 1 tahun. Alhamdulillah.
Bergegas menuju SMK1 untuk urusan pekerjaan suami.
Sedikit kemacetan menjadi penghambat perjalanan kami menuju rumah rekan kuliahnya suami. Tiba di rumahnya kami ikut solat. Lalu istri berbicara dengan istri. Suami dengan suami. Membicarakan syukur nikmat dan kesabaran.
Begitulah kegiatan satu hari saya bersama suami. Dalam 1 hari alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan banyak orang. Semoga kelak kakak akan menjadi manusia yang senang bersilaturahmi dan bermanfaat bagi sekitarnya.
"Silaturahmi tidak perlu selalu mewah dan membawa sesuatu. Cukup niat ikhlas karena Allah. Karena silaturahmi menambah keberkahan".
Mata kita, janganlah habis memandangi komputer dan berkutat dengan hitung hitungan.
Hidung kita, jangan lah habis menghirup udara AC, lalu flu.
Mulut kita jangan hanya membicarakan pekerjaan, karyawan lain, menjadi ghibah dan dzalim.
Naudzubillah...
Bagaimana dengan waktu yang berkualitas. Ia tidak banyak dan lama tapi memiliki makna.
Lagi lagi makna.
Benar. Setiap perkataan dan perbuatan pastilah memiliki makna.
Jika kita menyadarinya.
Hari ini tanggal 20 Oktober 2013.
Seharusnya saya menghadiri pernikahan teman kuliah saya di Polban. Pernikahannya di Garut.
Tetapi di waktu yang sama, ibu saya datang ke rumah kakak di Cibitung. Jadi kita berkumpul sekeluarga di rumah kakak.
Saya dan suami tiba di rumah kakak jam 9.30. Kami bersalaman dan berpelukan,mengungkapkan rasa rindu dengan bahasa tubuh.
Tak lama kemudian kami semua berangkat ke Blu Plaza Bekasi Timur untuk berjalan jalan dan membelikan laptop mainan untuk Calista (anak kakak). Sepulang dari situ, kami semua menuju Pizza Hut GrandWisata. Menikmati makanan yang super lezat. Alhamdulillah. Sampai kekenyangan semua. Kami bersendagurau, bercanda dan berkomunikasi. Tak lupa sesi foto.
Selesai perjalanan kami, lalu pulang ke rumah kakak. Shalat dzuhur. Dan tanpa dikomando, semuanya berbaring di lantai, melepas lelah.
Waktu bersama ibu yang tidak banyak membuat saya terbangun dan berpindah tidur di sebelah ibu. Bergenggaman tangan. Tak saling bicara. Untaian doa mengalir dalam hati.
Waktu sudah sore,kami harus pulang. Karena nanti malam ada pengajian rutin di rumah mamah.
Saya berpamitan dan berpelukan. Melihat mata ibu membuat hati ini sedih dan tak mau beranjak.
Ya Allah waktu ku tak banyak bersama nya. Ketika waktu kebersamaan itu tiba, berikan kesan dan perasaan yang bahagia untuk ibuku agar menemani hari harinya dengan memori kebersamaan yang indah ini.
Perjalanan kami belum selesai.
Di tengah perjalanan kami bertemu teman kuliah suami yang ternyata rumahnya tak jauh dari rumah kakak. Dan mendapat makanan dalam rangka syukuran anaknya berusia 1 tahun. Alhamdulillah.
Bergegas menuju SMK1 untuk urusan pekerjaan suami.
Sedikit kemacetan menjadi penghambat perjalanan kami menuju rumah rekan kuliahnya suami. Tiba di rumahnya kami ikut solat. Lalu istri berbicara dengan istri. Suami dengan suami. Membicarakan syukur nikmat dan kesabaran.
Begitulah kegiatan satu hari saya bersama suami. Dalam 1 hari alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan banyak orang. Semoga kelak kakak akan menjadi manusia yang senang bersilaturahmi dan bermanfaat bagi sekitarnya.
"Silaturahmi tidak perlu selalu mewah dan membawa sesuatu. Cukup niat ikhlas karena Allah. Karena silaturahmi menambah keberkahan".
Sabtu, 19 Oktober 2013
Introduction
Tak kenal maka tak sayang.
Pepatah yang sering diucapkan orang-orang ketika hendak berkenalan.
Tapi kalau dipikir, pepatah itu ada benarnya.
Maksudnya tak sayang disini, adalah :
Kalau tak kenal maka jadi tidak saling menyapa kalau bertemu. Jadi saling tidak mempedulikan satu sama lain. Padahal pada prinsipnya, kita sebagai manusia harus bermanfaat bagi orang di sekitar kita dan orang-orang dinanapun berada. Bayangkan kalau kita kenal banyak orang, kemudian kita bisa bermanfaat bagi semua orang, berapa pahala dan amalan yang kita dapatkan sebagai tabungan di akhirat kelak?
Subhanallah...
Berawal dari seorang ibu yang sedang menonton film abad abad Romawi, di dalam film itu ada seorang putri bernama Thalita. Sehingga terinspirasi-lah ia memberikan nama pada anak perempuan terakhirnya : Thalita Putri Almanar. Almanar adalah nama belakang sang Bapak.
Jika ditelaah arti nama tersebut adalah :
Thalita : Seorang Putri
Putri : Anak perempuan
Almanar : Mercusuar
Dapat disimpulkan bahwa Thalita Putri Almanar adalah seorang anak perempuan yang dapat menerangi sekitarnya dengan cahaya kebaikan. Insyaallah.
Nama nya memang kebarat-baratan dan kurang terkesan Islami. Tapi insyaallah dengan makna namanya bisa benar-benar bermanfaat bagi sekitar. Aamiin.
Lahir di Bandung pada tahun 1989 hari Rabu tanggal 2 Agustus. Lahir di bidan, secara normal.
Waktu sang ibu mengandung, ia sulit keluar rumah dan pusing jika terkena sinar matahari.
Efeknya bagi sang anak ? Anaknya berkulit putih.
(Tidak bisa dijelaskan secara medis, mungkin faktor keberuntungan).
Kakak laki-lakinya bernama Kemal, lahir 5 tahun lebih awal. Kakak yang jahil waktu kecil, beranjak pendiam setelah dewasa.
Tempat tinggal dari lahir sampai 2001 di Ciateul Kebon Kalapa Bandung.
Pindah kontrakan sampai 2004 di Sukaati Soekarno Hatta, Bandung.
Pindah rumah sampai 2010 di Margacinta Ciwastra, Bandung.
Tahun 2010 sudah ngekost di Jakarta.
Sedangkan rumah di Bandung pindah ke Buana Cigi Regency sampai saat ini.
Sedangkan rumah di Bandung pindah ke Buana Cigi Regency sampai saat ini.
Tumbuh bersama keluarga yang selalu terlihat baik-baik saja, perlahan diterpa angin hingga akhirnya bercerai. Tepat ketika Thalita ujian akhir SMA.
Berat untuk dijalani, tetapi harus dijalani.
Bersama keluarga, teman dan orang-orang terdekatnya, ia bangkit.
Berat untuk dijalani, tetapi harus dijalani.
Bersama keluarga, teman dan orang-orang terdekatnya, ia bangkit.
Keikhlasan hati dan sikap yang bertawakal dalam menghadapinya.
Kini sang Bapak memiliki kehidupan baru bersama tante. Dan mereka tinggal di Bandung.
Sang ibu sudah menikah selama satu tahun bersama om, kini om sudah meninggal karena penyakit meningitis. Ibu tinggal di Bandung bersama Bibi.
Aa Kemal menikah dengan Teh Fitri, dan telah dikaruniai sepasang anak : Calista dan Zulkifli.
Mereka tinggal di Cibitung.
Mereka tinggal di Cibitung.
Thalita???
Telah menikah pada tanggal 27 Januari 2013. Bersama Zakky Hidayat di Jakarta.
Dan kini tinggal bersama keluarga Zakky di Bekasi.
Bekerja di Jakarta.
Sedang menyelesaikan kuliah di Binus.
Sudah 5 bulan membawa bayi di dalam perutnya.
Bekerja di Jakarta.
Sedang menyelesaikan kuliah di Binus.
Sudah 5 bulan membawa bayi di dalam perutnya.
Terlalu cepat? Terlalu singkat?
Yap...
Bagaimana kita memaknai hidup, jika ceritanya terlalu singkat.
Makna kehidupan setiap orang akan berbeda-beda.
Tidak apa-apa.
Yang terpenting, hidup itu harus dijalani dengan penuh makna dan manfaat.
Don't just flow your life ! But Lets God flow your life with your effort and pray !
Langganan:
Postingan (Atom)







