2 Oktober 2015 hari Jumat
Adalah hari yang sebenarnya tidak special. Tapi ada kejadian yang special hari ini.
Sejak tgl 29 september, alias 2 hari yang lalu, anakku, Ahnaf, terkena demam tinggi sebangun nya dia dari tidur siang nya. Cukup mengejutkan karna sebelumnya tidak ada pertanda dia akan sakit. Mungkin masuk angin,karena suhu AC yang terlalu tinggi bagi dia.
Ku buatkan bawang merah campur minyak zaitun, ku oles punggung dan perut nya. Ku buat air kencur dan air tajin. Persiapan selesai. Selanjutnya kami berdua menghabiskan waktu berdua di kasur, di kamar. Dia enggan beranjak dari kasur, mungkin lemas.
Selepas maghrib,dia muntah, banyak sekali. Ku pikir badannya akan enakan setelah muntah. Ternyata tidak, badannya masih panas.
Aku dan suami melewati malam yang penuh dengan drama bangun tidur setiap setengah jam. Kaya punya bayi baru lahir.
Dia bangun mungkin karna mimpi, seperti terkaget, kadang sampai duduk terbangun dan menangis. Serba salah. Dikasih susu ngga mau, dikasih madu pun ngga mau. AC kita matikan, suhu di kamar hangat cenderung panas, alias gerah. Ngga apa apa, smoga dia cepat sembuh.
Keesokan pagi nya, suhu tubuh nya masih berkisar 37-38 derajat. Makan dan minum masih sangat sulit. Tidur pun tak nyenyak.
Waktu berlalu, maghrib tiba, dia sudah mulai beraktivitas di luar kamar meskipun badannya masih panas.
Suami pulang dan kami bertiga bermain, diselingi drama aku menangis karna ngga tega lihat anak sakit. Fase ibu yang harus dilewati, kata suami.
Aku memeluk dia dan kami bertiga berpelukan.
Malam itu aku tidur di kasur bawah, dekat dengan meja susu,jadi membuat susu utk dia akan lebih mudah.
Anakku dan suami ku di atas.
Alhamdulillah malam itu terlewati dengan baik, dia bangun dan mau minum. Suhu tubuh nya berangsur menurun. Tidur nya pun lebih nyenyak daripada malam sebelumnya.
Di sepertiga malam itu, aku terbangun seperti biasa, karna kehamilan ku yang sudah smakin tua, aku jd beser.
Selalu aku berpikir,setiap kali Allah membangunkan ku di sepertiga malam, apakah ini maksud Allah ingin agar aku tahajud. Ya Allah, seringkali aku melalaikan dan tak menggubris maksud Mu. Aku hanya pipis dan melanjutkan tidur ku.
Malam itu, aku tidak mau terbujuk rayuan setan.
Cape? Iya. Ngantuk? Banget.
Tapi, kuhempas semua.
Anakku sakit adalah teguran atas ibadah ku yang lalai dan kurang.
Bila teguran ini saja kuabaikan, lantas bentuk teguran seperti apalagi yang membuat ku memperbaiki ibadah ku.
Naudzubillah, jangan Kau berikan teguran yg besar hingga ku tak mampu memikulnya.
Pagi ini dia tidur nyenyak, suhu tubuh normal, mau makan walau sdikit dan minum. Alhamdulillah
Ku lap saja badannya, belum ku mandi kan. Khawatir panas lagi.
Jam 10 tiba tiba dia menangis, kesakitan. Mendekati ku yg sedang dhuha, lalu kami sempat berdoa bersama. Tapi ketika di ajak main,dia tidak mau. Terus menangis, merengek. Tak jelas maunya apa. Digendong nenek nya,diajak keluar pun tetap menangis. Kakinya lemas, dia seperti lunglai tak sanggup berdiri. Dia menjatuhkan badannya pada ku.
Aku curiga.
Tangisannya tidak berair mata.
Kubuatkan susu.
Dia mau,tapi sambil menangis.
Semakin curiga. Belum pernah dia menangis tanpa sebab seperti ini.
Neneknya bilang, sepertinya dia lihat sesuatu. Segera kami bacakan Doa rukiyah. Sampai selesai, tidak mempan.
Dengan sigap, nenek nya membawa ke tukang urut yang bisa 'lihat' juga.
Aku tidak ikut,krna motor tidak bisa keluar dan kehamilanku yang smakin besar. Aku solat dan mengaji slama menunggu dia pulang.
Hanya 15 menit,dia pulang dan sudah tersenyum.
Kata tukang urut, dia diganggu dibagian perut nya. Dibalur sama tanaman namanya bangle. Warna nya kuning.
Sekarang dia tidur. Dan kita sama sama tau, namanya anak masih suci,masih bisa lihat jin dan mahluk lainnya. Aku sering melihat dia tertawa melihat ke arah lain, yang menurut ku tidak ada yang lucu, misalnya lemari atau pojokan pintu. Dia suka tunjuk ke arah lain, sambil bicara tidak jelas. Hal itu sering terjadi ketika kita hanya berdua di kamar. Tak sampai dalam pikiran ku, dia diganggu. Mungkin krna fisiknya yang lemah. Dan kami orang tua nya sedang lemah iman.
Ya Allah jaga lah keluarga kami, jauhkan dari godaan syetan yang terkutuk. Tetapkan kami di jalan Mu yang benar. Aamiin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar