Selamat Pagi INDONESIA !!!
Indonesia merdeka berdaulat...
Indonesia yang terkenal ramah dan tamah...
Indonesia yang terkenal juga dengan kemacetan dan korupsinya...
Terlepas dari itu semua kita mesti cinta Indonesia.
Di sini tempat kita lahir, tempat berkumpul bersama keluarga yang mencintai kita, tempat kita dapetin kerja dapetin uang, (meskipun yang punya perusahaan tempat kita bekerja ya orang asing juga sih,,,), tempat kita dapetin jodoh, (aseeek...), pokoknya harus banyak bersyukur deh yaaa,,,
Ngomong-ngomong soal pekerjaan di Indonesia nih...
Jadi pengen cerita soal pekerjaan sehari-hari saya...
Saya bekerja di perusahaan asing yang yaaahhh lumayan terkenal lah. Perusahaan otomotif yang lumayan cetar dengan keluaran mobil murah terbarunya. Pasti you pada tau lah ya. OK, perusahaan dari Jepang.
Tahun 2010 tepat saya masuk ke perusahaan ini, melalui tes psikotes dan tes tes lain nya di kampus.
Kebetulan kampus saya dengan perusahaan ini mempunyai hubungan rekanan yang baik.
Jadi perusahaan yang datang ke kampus untuk melakukan recruitment.
Lolos satu tahap, masuk ke tahap berikutnya yaitu wawancara psikotes di hotel Kartika Bandung.
Lolos lagi, masuk ke tahap wawancara HRD di Jakarta, di head office nya. Nego gaji dan minat pekerjaan.
Lolos lagi, masuk tahap wawancara user. User yang nantinya akan menjadi atasan saya.
Saya diwawancarai oleh Dept head dan Supervisor departemen Ekspor.
Sebelumnya saya sudah tau akan diwawancarai bidang ekspor, jadi saya googling sebanyak-banyaknya mengenai proses ekspor itu seperti apa. Karena jujur saja, saya hanya mengerti bahwa ekspor adalah pengiriman barang ke luar negeri. Di luar itu,, I dunno...
Lolos lagi. Selanjutnya Medical Check Up di Prodia Bandung.
Lolos lagi.
Welcome to PT. Astra Daihatsu Motor Head Office Jakarta Utara !!!!
**Paparampaaaa**
Sempat terjadi konflik batin antara mengambil pekerjaan tersebut di Jakarta atau mencari pekerjaan lagi di Bandung. Kondisi keluarga yang sedikit memberatkan ketika harus mengambil pekerjaan di Jakarta.
Ibu yang masih sendiri, harus ku tinggalkan ke Jakarta. Sekalipun ada kakak dan istrinya di Bandung.
Selain itu di Jakarta saya hidup sendiri, adapun keluarga tetapi jauh.Subhanallah kontroversi hati yang sangat tinggi. Akhirnya dengan menyerahkan semua pada Allah, kutinggalkan Bandung. Menangis, memeluk badan ibu yang mulai ringkih. Ya Allah, lindungi dan bahagiakan ia...
Kosan Pertama di Cempaka Mas, hasil pencarian bapak saya. Tetapi sayang ternyata saya kurang betah, karena kosan nya campur, kamar mandi di luar, mencuci dan menjemur di loteng (atap genting), perjalanan menuju ke kantor yang lumayan jauh (kalau macet), selain itu harus berdesak desakan di bus metro mini 07.
1 bulan saya di sana, langsung pindah ke kosan di Sungai Bambu, jarak tempuh ke kantor cukup jalan kaki, sekalipun jauh dan berkeringat sesampainya di kantor, tetapi setidaknya tidak usah kena macet kena desakan bus. Hitung hitung olahraga. Saya ngekost di Sungai Bambu sampai akhirnya saya diboyong oleh sang Pangeran ke Bekasi.
Di kosan ini jujur saja saya betah sekali. Alasannya :
1. Harga sewa nya Rp. 350 ribu saja teman teman !!! Tanpa ada tambahan biaya biaya apa lagi...
2. Kosannya khusus perempuan. Bahkan tamu laki laki dilarang masuk !
3. Kamar mandi di luar, tapi bersih karena ada pembantu yang membersihkan.
4. Yang punya kosannya DOKTER, ada klinik nya di bawah. Kalau sakit tinggal turun deh,,,
5. Jemuran di dalam, jadi kalaupun hujan, tenang...
6. Cari makan gak susah, indomar*t dan alfama*rt sebrang sebrangan.Alhamdulillah sesuatu...
Dengan kelemahan :
1. Tidak boleh bawa kendaraan, karena bu kost khawatir hilang dicuri.
2. Kamar yang saya tempati dari awal sampai keluar, itu tidak ada ventilasi ke udara luar. Pengap.
Luar biasa bukan, dengan kelemahan yang hanya segitu, bisa dapat dengan harga yang minimalis.
Kembali ke masalah pekerjaan, bekerja disini bisa dikatakan menyenangkan. Bukan karena pekerjaannya, melainkan karena teman dan suasananya. Tidak terlalu tua untuk seumuran saya (baru lulus kuliah langsung kerja). Mungkin faktor yang paling mendukung tingkat betah saya di perusahaan ini adalah teman-teman.
Kalau bos besar dan pekerjaan sih yaah begitulah. Sepertinya hampir di setiap perusahaan merasakan hal yang sama.
Pernah saya mencapai titik jenuh, sangat jenuh, dengan semua pekerjaan dan lingkungan yang ada. Bahkan dengan teman kerja pun merasa jenuh, dan rasanya semuanya menyebalkan kala itu.
Saya terpikir untuk resign dan berwirausaha saja.
Suami saya seorang wirausaha. Punya usaha machining sendiri.
Saya sharing mengenai kejenuhan saya ini pada suami.
Suami berkata :
"Belum tentu ketika kamu keluar dari perusahaan lalu menjadi wirausaha, kamu tidak akan menemukan orang orang macam bos besar dan pekerjaan yang sulit. Di perusahaan sebesar ini, semua sudah tersistemasi, terintegrasi, peraturan jelas ada, pelanggaran terkena sanksi, pendapatan tetap setiap bulan. Kamu tau di dunia usaha, peraturan masih belum jelas, bahkan ada hal-hal yang harus dibuat peraturan dahulu. Kemudian orang-orang macam bos besar itu banyaak sekali diluaran sana, selain mereka memiliki emosi yang tinggi seperti bos besar, mereka juga belum tentu tau aturan. Oleh karena itu kamu harus banyak bersyukur atas apa yang Allah berikan pada mu saat ini. Mungkin nanti akan ada waktunya kamu keluar dari perusahaan dan berbakti untuk lingkungan sekitar. Tapi dengan niat yang bersih, bukan niat karena ingin keluar dari lingkar kejenuhan".
Tercenung dan tak bisa menyanggah sedikit pun.
Menangis terurai air mata, malu akan keegoisan yang ada dalam hati ini.
Baiklah mulai saat itu, saya bertekad untuk terus berikhtiar di jalan Allah.
Berdoa dan bertawakal atas apapun yang Allah tentukan.
Banyak posting saya yang mengurai mengenai ilmu tawakal.
Karena saya sebagai manusia biasa yang masih memiliki egoisisasi, merasa masih harus banyak belajar mengenai ilmu ikhlas dan tawakal.
Belajarlah mencintai pekerjaan yang sedang anda kerjakan saat ini.
Jika pun anda memutuskan untuk keluar dari pekerjaan anda saat ini, luruskan niat terlebih dahulu.
Niatkan untuk bermanfaat lebih banyak bagi orang lain, dan niatkan hanya untuk Allah.
Insyaallah bekerja dimanapun, dengan siapapun, berapapun upah yang diterima, akan terasa nikmat dan barakah...
Insyaallah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar