Ketupat sudah menjadi suatu hal yang wajib ada di moment Ramadhan dan Lebaran (Idul Fitri). Sebenarnya tidak ada perintahnya dalam Islam, bahwa setiap Ramadhan atau Lebaran harus atau disunahkan ada ketupat. Wong ketupat ini kan tradisi nya bangsa Melayu. Tidak hanya Indonesia, tapi Malaysia juga lho. Ketupat atau Kupat menurut orang Jawa memiliki arti : Ku = ngaku (mengaku) dan Pat = lepat (salah), jadi kupat ini salah satu bentuk permohonan maaf dari seseorang. Kupat juga sering dijadikan sajian pada berbagai upacara di Bali. Bahkan yang lucu nya, ada yang menggantung kupat di depan pintu sebagai jimat katanya. Hmm... mari kita jadikan tradisi yang khas dari bangsa Melayu ini, bukan untuk hal hal yang mistis atau musyrik ya. Cukup maknai sebagai makanan yang enak, yang menemani kita dalam hari hari special. Memaknai nya sebagai bentuk permohonan maaf pun tak apa, kan seru kalau kupatnya digunakan untuk berbagi, Jangan lupa opor nya... Hehehe...
Ada kejadian seru hari ini berhubungan dengan kupat. Di rumah mertua, hari ini adalah sehari tepat sebelum 1 Ramadhan, dan mamah mertua masaknya ketupat hari ini. Waktu aku lagi main sama anak, tetiba mamah nanya apakah aku bisa buat bungkus kupat atau ngga. Aku jawab jujur aja, daripada bohong terus disuruh bikinin, wah berabe,,, Trus kata mamah, kamu harus bisa, HARUS katanya, Wih,,, kenapa sih dalam hati. Oke lah, ini tantangan buat ku. Oke, mah yuk ajarin.
Setelah berhasil membuat anak tertidur, aku datangi mamah yang memang sedang membuat bungkus kupat. Bungkus kupat ini terbuat dari daun kelapa yang masih muda (janur).
Bentuk daun nya panjang bagian kepala (atas) lebih besar daripada bagian buntut (bawah). Di daun nya masih ada bagian samping daun yang keras, ternyata itu harus dilepas dulu, bisa menggunakan pisau atau ditarik dengan tangan (kalau tangannya kuat), bagian yang keras ini kalau dikumpulkan bisa menjadi sapu lidi. Tersisa lah daun yang panjang dan halus, ternyata itu ada dua lapisan daunnya, dibelah menjadi dua. And here we go... kita menganyam dan menyulap dua helai daun ini menjadi ketupat,
Percobaan pertama, njelimet, pusing dan bongkar lagi. Untung mamah walapun lagi flu berat, masih sabar ngajarin menantunya ini.
Percobaan kedua, oke aku mulai mengerti pola nya. Dan memang dasarnya itu menganyam, Berhasil. Yes satu ketupat.
Selanjutnya masih bertanya dan bingung ketika memulai lagi dari awal. Anyway berhasil ketupat kedua.
Untuk ketupat ketiga dan keempat, ini benar benar hasil pemikiran ku. (Maap ngga maksud sombong), karena asli! bikin bungkus ketupat itu susah lho, awalnya. Selanjutnya kamu pasti bisa!
Dari empat kupat yang berhasil dibuat, ada beberapa yang katanya kupat nya 'bobo', karena pertemuan 'kepala' nya salah. Its OK, yang penting, waktu masukin beras nggak bocor keluar kemana-mana.
Alhamdulillah, besok 1 Ramadhan 1436 H. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadah yang kita lakukan dapat sah dan diterima oleh Allah, serta dapat terus diamalkan setiap hari di hari hari berikutnya. Mohon maaf, karena kami adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar