Minggu, 01 November 2015

ini saya saat ini

manusia itu cenderung egois. termasuk saya. wanita yang sudah punya anak satu, yang lagi sedeng sedeng nya katanya, ditambah lagi hamil. mengurus anak setiap hari adalah makanan sehari hari. cape. bosen. ya harus dinikmati, tapi kadang sabtu minggu pengen ada libur nya. tapi ya namanya ngurus anak mah ngga ada libur nya. alhamdulillah sabtu minggu ada gantian sama suami. itu pun kadang ngga tega, suami udah kerja senin sampai selasa, masa iya sabtu dan minggu mesti ngurus anak juga. yaa tapi yaa namanya manusia ada aja ego nya. apalagi menjelang lahiran nih, perut makin besar, semua terasa berat, anak semakin banyak kepintaran nya, yang terkadang kepintarannya itu membuat saya semakin kewalahan. rasanya pengen apa yah. ngga bisa, ngga bisa diapa-apain. udah begini, kadang nangis dan bete aja. hmm... tuh kan egois lagi kan. seharusnya saya sebagai ibu harus bisa terima kodratnya memang bgitu, harus nrimo dong. ya kan ya kan... kalo nangis dan bete tandanya ngga ikhlas dong. nah lhooo sayang bgt ya amalannya menguap bgitu saja. 
zaman dulu ibu ibu nya tangguh tangguh lho. bayangin aja, blm ada AC, belum ada mesin cuci, mungkin masak juga masih pake kayu bakar. anaknya ada berapa? SEPULUH!!! ada pembantu ngga? helooooo ya ngga ada lah. mereka bisa hidup sampai sekarang, bgitu jg anak-anaknya. sehat makmur sejahtera. hebat ya ibu ibu zaman dlu. salut deh. ibu ibu zaman sekarang terlalu terlena dengan fasilitas, sehingga melemahkan mental dan menurunkan kesabarannya menghadapi anak yang semakin ke sini semakin pintar. kalo dipikir-pikir, anak bisa melakukan hal ini itu kan sesuai dengan apa yang dia lihat. dan kami sebagai orang tua sering nonton atau memberikan tontonan pada anak. mungkin kecepatan visual yang dia lihat di tv memberikan efek pada kinerja syaraf motorik nya. sehingga kami para orang tua jadi kewalahan. mungkin itu penyebab nya. manja banget kesannya ya ibu-ibu sekarang. well, ngga bermaksud menyinggung semua ibu koq. zaman sekarang juga ada koq ibu ibu yang tangguh, punya anak dengan jarak ngga lebih dari setahun, belum lagi kembar anaknya, plus lagi hamil, di negeri orang yang antah berantah, coba BANYANGKAN??!!! Di tengah kondisi zaman yang sekarang udah carut marut nggak jelas, banyak kriminal sana sini. hayooh,,, jadi ibu zaman sekarang jg sebenernya ngga kalah hebat dibanding ibu zaman dulu. hmm,,, fine, mungkin saya aja ibu yang bgini. masih kaya anak kecil, yg mau nya dimanja, ngikutin mood, marah-marah mulu sama anak, udah marah feel guilty, mewek deh... sering menyalahkan kondisi. coba kalau begini, andai aja begitu, saya pasti akan begini, tapi ketika andai andai an itu terkabul, nyatanya NOL. saya tetap saja bgini. ngga dewasa !
mesti berubah, ya pasti. masa mau gini trus. udah mau anak dua woooy! wake up!
manusia mahluk egois yang berusaha keras untuk menjadi manusia sosial. berusaha memikirkan perasaan orang lain, padahal diri kita ngga bahagia. berusaha membahagiakan diri sendiri, tapi menjadi cibiran atau umpatan orang lain. yahh serbaaaaa salahhhh...
kadang pengen hidup sendiri aja, tapi mana mungkin. kita pasti membutuhkan orang lain. semua apa yang dilakukan mesti untuk mencapai ridho Allah. salah benar nya tindakan orang sudah diatur di dalam Al Quran dan Hadist. simple sebenernya menjalani hidup ini kalau udah tau pedomannya. kembali lagi, apa yang bikin manusia akhirya terjerembab dalam kesalahan adalah, keegoisan diri (menurut saya). 
simple nya : setiap anak di dunia ini hanya satu yang terpikirkan : MAIN ! simple banget, anak tuh cuma mau main aja. tapiiiiiiiiiiiii ketika anak mau main, kita nya mau nya diem, istirahat karna orang dewasa punya level cape yang tinggi, sedangkan anak level cape nya rendah, jadiiii lah sebuah masalah. 
Masalah adalah ketika apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi (kenyataan). 
Kita mau nya istirahat, mau nya diem barang beberapa menit aja, atau pengennya browsing apa keq, hiburan gitu ya, me time lah ceritanya. tapi si anak maunya main, bisa aja sih kita biarin aja anak bermain sendiri, tapi kan kalau mainnya di tempat yang berbahaya butuh pengawasan extra, gimana... masa kita biarin, giliran udah jatuh kan kita juga yang deg deg an. soo,, ngga jadi lah kita istirahat. demi anak. pengorbanan. belum lagi keliatan sama orang tua atau mertua gimana, ngebiarin anak main sendirian, berbahaya. Oh ya, kadang kita juga suka keceplosan kalo lagi ngurus anak, trus si anak melakukan hal yang berbahaya, langsung refleks marah, kesel dengan nada tinggi. sebenernya itu enak ngga sih diliat sama mertua atau orang tua.. ni ibu ngga ada sabar sabarnya amat, baru anaknya bgitu doang udah dimarahin. haiyaaahhh,,, mikirin perasaan dan pikiran orang lain lagi, yang belum tentu mereka berpikiran sama dengan apa yang kita pikirkan. suudzon ! but, yah namanya bgitu melintas aja. terkadang bener juga kata orang, ada dua keluarga dalam satu rumah itu kurang sehat. ada yang terlihat ada juga yang tidak terlihat atau tidak memperlihatkan ketidaksehatannya. its ok, kuncinya sabar dan ikhlas. karna belum tentu juga ketika kita sekeluarga membina keluarga di rumah sendiri lantas akan seperti bersama orang tua, yang apa apa sudah ada. yang tidak perlu membangun semua dari awal. yang tidak usah perih perih dulu. hehehe,, tergantung sih kita mau perih apa ngga. kalau kita mau mah yaa jedotin aja. eh maksudnya jalanin aja. Allah belum ngasih kita kepercayaan rumah sendiri mungkin karena mental nya masih tempe! saya terutama sebagai ibu yang harusnya multitasking dan anti cape (anti badai keleus), tapi pada kenyataannya belom bisa. on progress, hahaha pembelaan. satu lagi, weekend is not the end! semenjak berhenti bekerja, saya bingung sabtu minggu mau dipake apa. kemana. ngapain. karna sama aja rasanya, bedanya di rumah lebih banyak orang aja. jadi kadang saya kurang luwes, bingung dan serba salah. terbiasa di keluarga saya dengan personil yang sedikit, sepi dan tidak ramai, jadi ketika ramai malah jadi kikuk sendiri. adaptasi lah ya. gimana bikin pikiran ini rilex, enjoy gitu menikmati semua yang ada. syukur sih jawabannya. so easy so simple. so hard to practice. hahaha.. buat saya.. buat kalian, pasti ngga lah. insyaallah. tapi saya juga akan berusaha sekuat tenaga selama Allah masih memberikan saya kesempatan hidup di dunia ini. 
oke well,,, sampai jumpa semoga ngga ada lagi curhatan kaya gini lagi. semoga saya segera berubah menjadi lebih bersyukur, bersabar dan berikhlas. aamiin..

Jumat, 02 Oktober 2015

Dia Diganggu

2 Oktober 2015 hari Jumat

Adalah hari yang sebenarnya tidak special. Tapi ada kejadian yang special hari ini.
Sejak tgl 29 september, alias 2 hari yang lalu, anakku, Ahnaf, terkena demam tinggi sebangun nya dia dari tidur siang nya. Cukup mengejutkan karna sebelumnya tidak ada pertanda dia akan sakit. Mungkin masuk angin,karena suhu AC yang terlalu tinggi bagi dia.
Ku buatkan bawang merah campur minyak zaitun, ku oles punggung dan perut nya. Ku buat air kencur dan air tajin. Persiapan selesai. Selanjutnya kami berdua menghabiskan waktu berdua di kasur, di kamar. Dia enggan beranjak dari kasur, mungkin lemas.
Selepas maghrib,dia muntah, banyak sekali. Ku pikir badannya akan enakan setelah muntah. Ternyata tidak, badannya masih panas.
Aku dan suami melewati malam yang penuh dengan drama bangun tidur setiap setengah jam. Kaya punya bayi baru lahir.
Dia bangun mungkin karna mimpi, seperti terkaget, kadang sampai duduk terbangun dan menangis. Serba salah. Dikasih susu ngga mau, dikasih madu pun ngga mau. AC kita matikan, suhu di kamar hangat cenderung panas, alias gerah. Ngga apa apa, smoga dia cepat sembuh.

Keesokan pagi nya, suhu tubuh nya masih berkisar 37-38 derajat. Makan dan minum masih sangat sulit. Tidur pun tak nyenyak.
Waktu berlalu, maghrib tiba, dia sudah mulai beraktivitas di luar kamar meskipun badannya masih panas.

Suami pulang dan kami bertiga bermain, diselingi drama aku menangis karna ngga tega lihat anak sakit. Fase ibu yang harus dilewati, kata suami.

Aku memeluk dia dan kami bertiga berpelukan.

Malam itu aku tidur di kasur bawah, dekat dengan meja susu,jadi membuat susu utk dia akan lebih mudah.
Anakku dan suami ku di atas.
Alhamdulillah malam itu terlewati dengan baik, dia bangun dan mau minum. Suhu tubuh nya berangsur menurun. Tidur nya pun lebih nyenyak daripada malam sebelumnya.

Di sepertiga malam itu, aku terbangun seperti biasa, karna kehamilan ku yang sudah smakin tua, aku jd beser.
Selalu aku berpikir,setiap kali Allah membangunkan ku di sepertiga malam, apakah ini maksud Allah ingin agar aku tahajud. Ya Allah, seringkali aku melalaikan dan tak menggubris maksud Mu. Aku hanya pipis dan melanjutkan tidur ku.
Malam itu, aku tidak mau terbujuk rayuan setan.
Cape? Iya. Ngantuk? Banget.
Tapi, kuhempas semua.
Anakku sakit adalah teguran atas ibadah ku yang lalai dan kurang.
Bila teguran ini saja kuabaikan, lantas bentuk teguran seperti apalagi yang membuat ku memperbaiki ibadah ku.
Naudzubillah, jangan Kau berikan teguran yg besar hingga ku tak mampu memikulnya.

Pagi ini dia tidur nyenyak, suhu tubuh normal, mau makan walau sdikit  dan minum. Alhamdulillah

Ku lap saja badannya, belum ku mandi kan. Khawatir panas lagi.
Jam 10 tiba tiba dia menangis, kesakitan. Mendekati ku yg sedang dhuha, lalu kami sempat berdoa bersama. Tapi ketika di ajak main,dia tidak mau. Terus menangis, merengek. Tak jelas maunya apa. Digendong nenek nya,diajak keluar pun tetap menangis. Kakinya lemas, dia seperti lunglai tak sanggup berdiri. Dia menjatuhkan badannya pada ku.
Aku curiga.
Tangisannya tidak berair mata.
Kubuatkan susu.
Dia mau,tapi sambil menangis.
Semakin curiga. Belum pernah dia menangis tanpa sebab seperti ini.

Neneknya bilang, sepertinya dia lihat sesuatu. Segera kami bacakan Doa rukiyah. Sampai selesai, tidak mempan.

Dengan sigap, nenek nya membawa ke tukang urut yang bisa 'lihat' juga.
Aku tidak ikut,krna motor tidak bisa keluar dan kehamilanku yang smakin besar. Aku solat dan mengaji slama menunggu dia pulang.

Hanya 15 menit,dia pulang dan sudah tersenyum.

Kata tukang urut, dia diganggu dibagian perut nya. Dibalur sama tanaman namanya bangle. Warna nya kuning.



Sekarang dia tidur. Dan kita sama sama tau, namanya anak masih suci,masih bisa lihat jin dan mahluk lainnya. Aku sering melihat dia tertawa melihat ke arah lain, yang menurut ku tidak ada yang lucu, misalnya lemari atau pojokan pintu. Dia suka tunjuk ke arah lain, sambil bicara tidak jelas. Hal itu sering terjadi ketika kita hanya berdua di kamar. Tak sampai dalam pikiran ku, dia diganggu. Mungkin krna fisiknya yang  lemah. Dan kami orang tua nya sedang lemah iman.



Ya Allah jaga lah keluarga kami, jauhkan dari godaan syetan yang terkutuk. Tetapkan kami di jalan Mu yang benar. Aamiin

Senin, 22 Juni 2015

Hal Mendasar dalam Pernikahan yang Sering Terlupakan

             Menikah adalah moment terindah yang diinginkan setiap insan manusia. Beberapa bayangan muncul, ketika kata ‘menikah’ terungkap. Misalnya berpelukan mesra bersama pasangan, bercanda bersama di ruang televisi sambil menonton film favorit, makan bersama di satu meja makan di rumah yang sama, kemudian lahirlah anak yang tlah dinanti, bercanda ria bersama anak anak sampai tua, sampai memiliki cucu, sampai rambut tak lagi hitam. Indah nya terbayangkan.
            Bagi yang sudah menikah, mungkin akan tertawa geli membacanya. Karena setiap pernikahan pasti akan ada cobaan atau masalah. Menyatukan dua manusia yang sebelumnya tidak saling mengenal adalah hal yang tidak mudah. Tapi bukan berarti menikah adalah hal yang mengerikan. Seperti apapun masalah yang nanti akan dihadapi pasti akan ada solusi nya.
        Pernikahan bukan lah suatu candaan yang dijalani mengikui arus saja, mengalir bagai air, terbawa tertiup angin. Tidak! Pernikahan harus dijalani dengan penuh arah, tujuan dan aturan. Jika dijalani dengan suka cita, maka tidak akan ada keterpaksaan. Karena kehidupan tanpa aturan hanya akan menjadi kehidupan yang hampa, tak berarti dan kelak Anda tidak menyadari apa yang sudah Anda lewati slama ini.
           

Berikut ini adalah hal mendasar yang semestinya dilakukan oleh setiap pasangan suami istri, tapi kadang terlupakan dan menjadi hal yang sepele bagi mereka. Yuk simak dan coba bahas dengan pasangan Anda.
            1.  Mengetahui Jati Diri
Ketika Anda dan pasangan masih diberikan waktu berdua, silahkan memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya untuk saling mengenal pribadi masing-masing. Ungkapkan semua hal mengenai diri Anda pada pasangan. Jangan ada yang ditutupi dan setiap selesai mengungkapkan jati diri, slalu akhiri dengan hikmah apa yang bisa diambil. Jadi seburuk apapun Anda pada masa lalu, Anda tlah mengetahui kesalahan Anda dimana dan berusaha untuk tidak kembali ke masa lalu yang buruk itu.
2. Mengetahui Metode Pengasuhan Orang Tua Anda, Dahulu
Setelah mengetahui jati diri masing-masing, Anda juga harus mengenal seperti apa background keluarga Anda dan pasangan Anda. Seperti apa Anda dulu di didik. Tipe orang tua seperti apakah orang tua Anda. Kemudian apa yang Anda rasakan tidak baik dan merupakan efek dari metode mendidik orang tua Anda yang kurang tepat. Lalu apa yang Anda rasakan sangat bermanfaat dan merupakan buah kebaikan dari metode mendidik orang tua Anda yang tepat. Kenapa Perlu mengetahui hal itu? Karena kelak Anda akan menjadi orang tua yang akan mendidik dan membesarkan anak- anak Anda. Anda harus mengetahui dengan metode apa Anda mendidik mereka.
Setelah belajar dari pengalaman orang tua masing-masing, Anda bisa mencari di literature atau buku buku terkenal mengenai bagaimana metode pengasuhan yang tepat. Bisa juga Anda mengikuti berbagai seminar parenting untuk menambah pengetahuan. Atau sharing dengan orang tua, tante, paman tentang adat istiadat di keluarga yang sulit untuk dihindari sehingga kelak keluarga yang Anda bina harus bisa menyesuaikan dengan anat tersebut, tentunya adat yang tidak bertentangan dengan agama Islam ya, kalau bertentangan maka Anda dan keluarga bisa mengambil keputusan tegas untuk tidak mengikuti nya. Kondisi “zaman dahulu” dengan “zaman sekarang” berbeda, misalnya dari segi makanan yang sudah tidak se-alami zaman dahulu, kondisi lingkungan, polusi, bakteri yang sudah berevolusi di zaman sekarang, hal-hal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan Anda untuk tidak menggunakan metode pengasuhan “zaman dahulu” lagi. Al-Quran dan Hadist sudah cukup menjawab kesulitan yang Anda dan pasangan Anda alami kelak. Maka jangan jauhkan diri Anda dari pedoman tersebut.
3.       Keluarga Adalah Sebuah Organisasi
Tanpa Anda sadari bahwa menikah adalah layaknya organisasi. Ada ketua dan sekertaris dan tentunya anggota. Suami adalah ketua organisasi. Sekertaris dan bendahara merangkap pada istri. Anggota yang memiliki seksi seksi tertentu adalah anak-anak Anda. Ketika anak masih kecil memang peran anak sebagai anggota organisasi belum terlalu terasa, tetapi apa yang kita tabur ketika ia masih kecil adalah apa yang akan kita tuai di kemudian hari. Sebuah organisasi tanpa visi dan  misi, tidak akan bertahan lama karena tidak jelas arah nya.
Anda dan pasangan sudah mengetahui plus dan minus nya dari pasangan Anda, bahkan Anda sudah mengetahui kenapa pasangan Anda plus di sini, atau minus di sana, mungkin karena metode pengasuhan orang tua nya yang ‘begini’ atau ‘begitu’. Anda tidak mau kelak Anda seperti minus-nya pasangan Anda, maka Anda tau bahwa Anda tidak boleh mendidik anak Anda seperti ‘ini’. itu adalah gambarannya.
Mulai lah terbuka visi dan misi keluarga Anda seperti apa. Anda boleh mengetik visi dan misi nya lalu di print, di bingkai dan ditempel di dinding mana yang menurut Anda bisa saling mengingatkan. Lebay yah, terdengarnya. Tapi taukah Anda,itu adalah Nota Kesepakatan yang tlah Anda buat bersama suami. Ketika salah satu keluar dari kesepakatan itu, maka Anda tidak perlu sibuk membuka file, Anda cukup bawa pasangan Anda ke dinding dan perlihatkan kesepakatan itu. Berikut adalah contoh nya :
Keluarga Roni dan Rani
Visi :
Menjadikan keluarga yang diridhoi Allah, penuh berkah dan selamat di dunia dan di akhirat.
Misi :
1.       Megawali setiap kegiatan diawali dengan niat yang baik karena Allah
2.       Melakukan kegiatan sesuai dengan Al-Quran dan Hadist
3.       Tidak pernah meninggalkan Shalat
4.       Melakukan silaturahmi
Disepakati oleh :

                    Roni                                                                                                       Rani

Berikut adalah contoh nyata visi dan misi yang sudah disepakati oleh masing masing pihak. Anda bisa membuat nya lebih detail sesuai dengan keinginan Anda dan pasangan. Ditambah dengan program kerja keluarga per minggu atau per bulannya. Serta setiap tahun nya ada target yang ingin dicapai. Pasti setiap tahun nya Anda dan keluarga akan menjalani nya dengan semangat!

Smoga dapat menjadi manfaat bagi muda mudi yang akan menikah atau yang sudah menikah pun, masih bisa merancang keluarga. Tidak ada kata terlambat untuk suatu hal yang baik.





Kamis, 18 Juni 2015

Tips Menggunakan Clodi (Cloth Diapers)

Selamat Pagi Bunda, Ibu, Mamah, dan sebangsa per-ibu-ibu-an...
Hari ini 1 Ramadhan 1436 H, Alhamdulillah ya,kita masih diberikan kesempatan untuk kembali merasakan indahnya bulan suci Ramadhan. Bulan yang special, karena disini, kita melakukan ibadah sekecil apapun asal niatnya karena mengharap ridho Allah, namun balasannya subhanallah berlipat lipat daripada bulan bulan lainnya. Jadi jangan sampai kita menghabiskan waktu demi waktu di bulan Ramadhan ini dengan tidur saja.
Hmm,,,kalau bunda sih yakin deh, pagi buta gini kalau ngga lagi nyuci, apa nyapu, apa ngepel, atau lagi siapin baju untuk suami tercinta. Atau lagi siapin diri karena mau pergi ke kantor. Dahsyat nya bunda bunda di Indonesia !
Bunda, ketika kondisi keuangan kita sedang cukup, mungkin berlebih, maka pengeluaran sebesar apapun tidak terlalu terasa. Tapi ketika kondisi perekonomian keluarga sedang berada di bawah, maka semuanya diperhitungkan dengan seksama dan dengan tempo yang selama-lama nya. 
Pengeluaran pampers atau diapers sekali pakai sebenarnya telah banyak menyita keuangan kita loh, Bun. 
Dalam sehari, dengan kegiatan si kecil yang smakin aktif, dengan makanan dan minuman yang semakin banyak, maka penggunaan pampers bisa 4-6 kali dalam 24 jam. Kalau dikali dengan 30 hari maka rata-rata penggunaan pampers adalah 150 buah per bulan. Hitunglah harga pampers 70 ribu paling murah yang isinya 30, berarti kita sudah menghabiskan 350 ribu hanya untuk pampers. Belum lagi keperluan rumah tangga lainnya. 

Terpikirlah untuk menggunakan Clodi, alias Cloth Diapers, alias diapers yang bisa dicuci. What?! Setiap mengganti diapers, kita masih ada pe er untuk nyuci. Aduh,,,, Untuk bunda yang berprofesi sebagai pekerja that is a BIG NO! Kecuali pembantunya mau nyuciin diapers. Oke, mari beralih pada bunda yang bekerjanya di rumah. Boleh lah dipikirkan dulu. 
Harga Clodi yang standar 65ribu (sudah termasuk 1 inner + 1 outrer), kalau mau beli inner nya saja palingan harganya 35ribu. Karena baru permulaan, dan budget untuk beli Clodi, belum terlalu besar, maka tipsnya :
1. Beli Clodi yang tipe bagus saja, supaya daya serap nya tinggi, jadi bunda ngga terlalu cape mencucinya. Harganya sekitaran 65ribu - 95 ribu.
2. Kalau anak sudah aktif merangkak atau berjalan, maka pilihlah tipe Clodi yang kancing dan bentuk celana. Jangan yang bentuk perekat! Akan sulit bagi bunda dalam pemasangannya.
3. Bila budget belum besar, maka beli lah 3 outer + inner (sepaket) Clodi dan 3 buah inner nya saja. Kita bisa mengganti penggunaan outer dengan celana dalam atau celana pendek milik anak.
4. Bunda masih harus membeli pampers sekali pakai, untuk dipakai selama siang hari. Karena di siang hari, akan sulit bagi bunda untuk langsung mencuci Clodi sambil mengasuh anak. Maka gunakanlah minimal 2 buah pampers sekali pakai selama siang hari. Dari mulai mandi pagi sampai akan mandi sore. Setelah mandi sore, mulai gunakan Clodi.

5. Siapkan 2 buah ember kecil di kamar mandi. Ember pertama, isi dengan air bersih untuk merendam Clodi yang sudah penuh dengan air pipis, lalu beberapa menit kemudian pindahkan ke ember kedua yang berisi air sabun. Lalu bunda bisa bermain lagi dengan anak. Ketika senggang, ambil Clodi, bilas dan jemur. 
6. Teknik jemur boleh di bawah matahari, boleh  juga menggunakan kipas angin. Inner Clodi memiliki dua bagian : lembut dan kasar. Agar menjemur lebih cepat, simpan inner bagian halus yang menghadap ke atas karena lebih cepat kering. Lalu setelah kering, balik kan inner sehingga bagian kasar yang menghadap ke atas. Untuk outter, lebih cepat kering yang bagian dalam daripada yang luar.

7. Apabila anak BAB hanya 1 kali dalam sehari, maka mulai dari anak mandi pagi sampai jam 10 pagi bisa menggunakan 1 buah pampers sekali pakai. Lalu biasanya jam 10 si anak BAB, maka ganti dengan pampers yang baru, sampai tiba waktunya mandi sore. Setelah mandi sore, gunakan Clodi. Tahan sampai jam 10 malam paling lama, lalu ganti dengan Clodi baru lagi. Jika kamar tidak menggunakan AC, maka tidak akan ganti Clodi sampai akan mandi pagi keesokan harinya. Penggunaan Clodi paling banyak adalah 3 buah dalam semalam. 
Dalam mencuci Clodi pun bunda membutuhkan sabun, penggunaan sabun untuk mencuci air pipis anak, tidak akan banyak. Jadi tidak akan boros, bahkan bisa menggunakan sabun cuci yang biasa bunda pakai sehari-hari. 
Jadi kalau bunda bisa menggunakan pampers sekali pakai hanya 2 buah dalam sehari, maka selama sebulan bunda hanya butuh 60 buah. Sehingga dalam sebulan, bunda hanya perlu 2 bungkus pampers isi 30.
Kalau bepergian, maka bunda membutuhkan extra pampers sekali pakai. 
Clodi ini sebenarnya bisa melatih anak untuk membiasakan pipis atau BAB di kamar mandi, atau setidaknya membiasakan anak untuk memberi isyarat atau bicara bahwa dia mau ke kamar mandi. Karena ketidak nyamanan nya menggunakan celana yang agak basah. 
Extra tenaga untuk mencuci, bagi para bunda memang mantap. Tapi ini untuk kebaikan anak dan kebaikan perekonomian keluarga juga. Dalam sebulan, budget yang biasanya digunakan untuk membeli 5 pampers, bisa digunakan untuk membeli 1 buah Clodi dalam sebulan. Lama lama ketika Clodi bunda sudah banyak, bunda nggak usah pakai pampers lagi, 
Bagi bunda pekerja yang tangguh, ingin mencoba juga, boleh saja. Hal ini bisa dibicarakan dengan pengasuh anak bunda.
Oiya bunda, tau nggak manfaat kancing kancing yang ada di depan Clodi?? Hiasan?
Bukan! Itu untuk mengganti ukuran Clodi. Semakin kecil mengancingkan Clodi, maka ukurannya semakin kecil, dari mulai S,M dan L. Ukuran L tidak perlu mengancingkan Clodi.

Baiklah, semoga tips ini bermanfaat. 
Be a Smart Mom !

Rabu, 17 Juni 2015

Ketupat Harus Bisa !

Ketupat sudah menjadi suatu hal yang wajib ada di moment Ramadhan dan Lebaran (Idul Fitri). Sebenarnya tidak ada perintahnya dalam Islam, bahwa setiap Ramadhan atau Lebaran harus atau disunahkan ada ketupat. Wong ketupat ini kan tradisi nya bangsa Melayu. Tidak hanya Indonesia, tapi Malaysia juga lho. Ketupat atau Kupat menurut orang Jawa memiliki arti : Ku = ngaku (mengaku) dan Pat = lepat (salah), jadi kupat ini salah satu bentuk permohonan maaf dari seseorang. Kupat juga sering dijadikan sajian pada berbagai upacara di Bali. Bahkan yang lucu nya, ada yang menggantung kupat di depan pintu sebagai jimat katanya. Hmm... mari kita jadikan tradisi yang khas dari bangsa Melayu ini, bukan untuk hal hal yang mistis atau musyrik ya. Cukup maknai sebagai makanan yang enak, yang menemani kita dalam hari hari special. Memaknai nya sebagai bentuk permohonan maaf pun tak apa, kan seru kalau kupatnya digunakan untuk berbagi, Jangan lupa opor nya... Hehehe...
Ada kejadian seru hari ini berhubungan dengan kupat. Di rumah mertua, hari ini adalah sehari tepat sebelum 1 Ramadhan, dan mamah mertua masaknya ketupat hari ini. Waktu aku lagi main sama anak, tetiba mamah nanya apakah aku bisa buat bungkus kupat atau ngga. Aku jawab jujur aja, daripada bohong terus disuruh bikinin, wah berabe,,, Trus kata mamah, kamu harus bisa, HARUS katanya, Wih,,, kenapa sih dalam hati. Oke lah, ini tantangan buat ku. Oke, mah yuk ajarin.
Setelah berhasil membuat anak tertidur, aku datangi mamah yang memang sedang membuat bungkus kupat. Bungkus kupat ini terbuat dari daun kelapa yang masih muda (janur). 
Bentuk daun nya panjang bagian kepala (atas) lebih besar daripada bagian buntut (bawah). Di daun nya masih ada bagian samping daun yang keras, ternyata itu harus dilepas dulu, bisa menggunakan pisau atau ditarik dengan tangan (kalau tangannya kuat), bagian yang keras ini kalau dikumpulkan bisa menjadi sapu lidi. Tersisa lah daun yang panjang dan halus, ternyata itu ada dua lapisan daunnya, dibelah menjadi dua. And here we go... kita menganyam dan menyulap dua helai daun ini menjadi ketupat, 
Percobaan pertama, njelimet, pusing dan bongkar lagi. Untung mamah walapun lagi flu berat, masih sabar ngajarin menantunya ini. 
Percobaan kedua, oke aku mulai mengerti pola nya. Dan memang dasarnya itu menganyam, Berhasil. Yes satu ketupat.
Selanjutnya masih bertanya dan bingung ketika memulai lagi dari awal. Anyway berhasil ketupat kedua.
Untuk ketupat ketiga dan keempat, ini benar benar hasil pemikiran ku. (Maap ngga maksud sombong), karena asli! bikin bungkus ketupat itu susah lho, awalnya. Selanjutnya kamu pasti bisa!
Dari empat kupat yang berhasil dibuat, ada beberapa yang katanya kupat nya 'bobo', karena pertemuan 'kepala' nya salah. Its OK, yang penting, waktu masukin beras nggak bocor keluar kemana-mana. 
Alhamdulillah, besok 1 Ramadhan 1436 H. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadah yang kita lakukan dapat sah dan diterima oleh Allah, serta dapat terus diamalkan setiap hari di hari hari berikutnya. Mohon maaf, karena kami adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. 

Makna Kehidupan yang Terasing ?

Keluar dari rutinitas sehari-hari : berangkat subuh, bermacetan dengan seluruh warga Indonesia yang bekerja di jantung negara, berkutat dengan layar monitor, canda tawa keluh kesah teman dari mulai masalah pekerjaan sampai masalah keluarga, berbagi informasi dengan ibu ibu di ruang laktasi sampai terus berusaha mengeluarkan tetes demi tetes air kehidupan, solat bersama di mushola, jajan dan ngobrol sebentar di koperasi, bersinggungan dengan masalah pekerjaan, project yang tak kunjung selesai. Sore yang penat dengan hiruk pikuk mobil melaju menuju peraduannya, Tiba di rumah harus menyiapkan makanan untuk buah hati tercinta, Bahkan untuk sekedar bermain dan bercanda pun sudah terlalu lelah. Membereskan kamar sebelum beristirahat. Cek hp dan media sosial untuk memeriksa apakah ada pesanan barang atau tidak. Anak sudah terlelap dengan bantuan susu formula. Menghela napas. Lelah. Setiap hari terlewati seperti itu. 
Hari libur Sabtu dan Minggu pun menjadi hari pemasalan, berdiam di rumah, walau tak sepenuhnya bisa beristirahat, karena masih harus menemani anak bermain, mengganti pampers, menyiapkan dan menyuapi makan. Belum lagi kalau anak sedang batuk, napas nya sesak, terengah engah, Kasihan melihatnya, sedih meninggalkannya ke kantor. Anak sekecil itu harus diurus berpindah tempat setiap hari, Wajarlah kalau badannya ringkih, belum lagi, ASI yang tak bisa sebanyak dulu. Haruskah kulepaskan rutinitas ku di kantor? Padahal selama ini, penghasilan ku di kantor, lumayan bisa membantu perekonomian keluarga. Ya, walaupun sebenarnya sebagian penghasilanku habis untuk membayar orang yang membantu menjaga anak dan membantu pekerjaan rumah. Tak ada tersisa untuk menabung demi masa depan. Suamiku tidak pernah mengharuskan ku untuk bekerja dan tidak juga memaksa ku untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Semua ia serahkan padaku. 
Hari itu, anak ku sakit batuk yang menurutku sudah parah, Badannya panas demam, batuk nya seperti tercekik, ia tidak mau minum apapun. Kata dokter anak langganan kami, kalau anak panas dan tidak mau minum, perlu diwaspadai. Akhirnya kami bawa anak ke Rumah Sakit Hermina Bekasi Barat, Dokter kami pun langsung memutuskan untuk rawat inap. Memasukan jarum infusan pada anak, membutuhkan kekuatan mental bag kami. Mana tega melihat anak menangis teronta ronta dan darah berceceran di mana-mana. Sejak saat itu, muncul keyakinan yang sangat bulat, bahwa aku harus resign.
Per 1 April 2015, resmi lah aku dinobatkan sebagai ibu rumah tangga. Sebelum memasuki rutinitas baru di rumah (mertua), aku memulai usaha jualan. Sehingga masih ada beberapa peser uang yang bisa ku hasilkan. Di hari terakhir aku bekerja, aku mendapat kenyataan bahwa aku hamil. Alhamdulillah. Dengan penuh kehati-hatian dalam bergerak, takut melukai janin di dalam perut, maka gerak ku mulai terbatas. Di sisi lain anak ku sangat aktif, usianya kala itu 1 tahun 3 bulan. Tak ku pungkiri, kelelahan dalam menjalani kehidupan ibu rumah tangga pun tidak kalah dengan rutinitas di kantor. Karena di sini, di rumah, dengan anak, terlibat seluruh jiwa raga dan perasaan, Kuncinya adalah bersyukur, sehingga apapun yang terjadi tidak akan membuat kita sedih. Aku hanya manusia biasa yang punya banyak kelemahan. Masih sering mengeluh pada suami, alhamdulillah Allah memberikan suami yang sangat sabar dan menanggapi setiap keluhan ku dengan dewasa dan diajak untuk mengembalikan semua pada Allah. Ini adalah proses kehidupan yang harus aku, suamiku,  dan anak-anak ku jalani. 
Aku, istri yang sedang berbadan dua, mengurus anak setiap hari dengan rutinitas yang membuat fisik menari nari, emosi melunjak lunjak, kadang tertawa sampai lemas melihat tingkah anak. Bahkan menangis memeluk anak yang kala itu sakit. Melihat nya bermain serius, tak terasa meneteskan air mata. Masa ini, masa menemani nya adalah masa keemasan juga bagi ku. Melihat tumbuh kembangnya, mendengar tangisannya ketika aku tidak ada dalam penglihatannya, mencium seluruh aroma tubuhnya. Indahnya bila diuraikan satu persatu, nampak tak ada peluh terasa. 
Suamiku yang sedang merintis perusahaannya, memulai nya dari nol bersama rekan kerja nya. Memikirkan karyawannya, proyeknya, pekerjaannya, keuangan perusahaan, prospek ke depannya. Masyaallah, begitu hebatnya lelaki ini. Tak pernah ia nampak kan kelelahan itu. Ia slalu meletakan gelas berisi air nya terlebih dahulu karena kalau gelas berisi air itu terus dipegang dan ia bawa kemana mana, maka tumpahlah air nya. Itu perumpamaan yang slalu ia katakan. Suamiku yang sangat percaya akan kekuasaan Allah, percaya bahwa Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kekuatan hamba Nya. Maka ini, kehidupan ini adalah yang layak dan paling baik yang tlah Allah siapkan bagi kami. 
Jika terus melihat ke atas dengan hati yang pongah, maka tak kan ada habisnya kita meratapi kondisi saat ini. Tataplah ke atas, tengadahkan tangan meminta pada Sang Maha Memiliki Segalanya. Tundukan hati, memohon. 

Seperti apa kehidupan teman teman? 
Jangan malu, jangan minder. Karena setiap peran dalam kehidupan pasti memiliki makna.
Tergantung peran tersebut, mau kah ia memaknai perannya dalam kehidupan?
Atau hanya membiarkan makna itu menjadi angin yang terasing lalu pergi seiring hancurnya jasad ini?