Kamis, 31 Oktober 2013

Cara Bijak Rasulullah dalam Mendidik Anak Part I


Cara Bijak Rasulullah dalam Mendidik Anak
Sejak dalam kandungan – 18 Tahun
Karya : Nur Kholish Rif'ani

Ini adalah buku pemberian suami saya. Suatu hari suami saya sedang menunggu rekan kerjanya di mall di daerah Jakarta Utara. Sambil menunggu, dia menghabiskan waktunya di Gramedia. Bertemulah dia dengan buku ini. Ini adalah salah satu dari lima buku yang ia beli. Dari lima buku ini, dua diantaranya adalah buku mengenai kehamilan, dua lagi mengenai cara mendidik anak, dan satu lagi mengenai keuangan keluarga yang sakinah. Subhanallah jika melihat dari judul judulnya, sangat menarik, inspiratif dan bermanfaat.
Makanya mesti kita baca !!!.
Awalnya saya baca buku mengenai kehamilan dan kaitannya dengan gerakan shalat. Kemudian beralih ke buku kehamilan dan tahapan-tahapannya. Buku itu akhirnya diturunkan pada adik suami saya yang sedang hamil baru 1 bulan. Dan pindahlah saya ke buku ini. Cara Bijak Rasulullah dalam Mendidik Anak -Sejak dalam kandungan – 18 Tahun-. Luar biasa buku ini, saya baru baca sampai halaman 49, tetapi sudah menggerakan hati saya untuk segera sharing mengenai manfaat yang didapat dari isi buku ini.

Sekarang kita lihat dari judulnya, "...Mendidik Anak". Bagaimana kita bisa mendidik anak jika orang tua nya tidak belajar. Belajar disini bukan hanya di jenjang pendidikan resmi seperti sekolah atau perguruan tinggi. Banyak di luaran sana yang orang tuanya tidak lulus SD, tapi anaknya melejit menjadi orang yang luar biasa.
Lalu belajar seperti apa yang dimaksud? Orang tua yang senantiasa membuka mata dan hatinya untuk mempelajari kekuasaan Allah, mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, menjaga dan melestarikan apa yang Allah titipkan. Dengan cara apa? Banyak majelis ilmu di luaran sana yang dapat mendukung niat kita untuk belajar. Banyak buku buku yang dapat kita selami, banyak orang, teman, sahabat, rekan, dan keluarga yang bisa membantu dan berbagi ilmu. Tidak ada lagi alasan untuk tidak belajar. Apalagi untuk niat mulia kita, agar anak kita kelak menjadi orang yang berilmu. Manusia punya iman tapi tak punya ilmu maka hanya akan dibodoh bodohi, sedangkan manusia punya ilmu tapi tidak punya iman maka hanya akan menjadi manusia yang sombong yang tidak menyadari bahwa semua kepintarannya dari Allah.

Bagian pertama di buku ini membahas mengenai Bekal Orangtua Dalam Mendidik Anak. Bagaimana kewajiban setiap orang tua dalam mencari ilmu, bahkan Rasulullah mencontohkan doa untuk terhindar dari rasa malas. 
Bekal ibu dalam mendidik anak. Saya mengutip dari isi buku ini, Istri yang terbina pasti akan memahami posisi dirinya sebagai mitra suami dalam menjalankan tugas dakwahnya, Maka, ia akan berusaha bahu-membahu dengan suaminya dalam melaksanakan kebaikan, naik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakatnya. Sepertinya semua orang sepakat akan hal ini, ketika kita sebagai perempuan ada seorang pria yang melamar, seharusnya kita sudah menyadari bahwa kita kelak akan memiliki partner seumur hidup, yang harus kita terima baik dan buruknya, lemah dan kuatnya. 
Kemudian ada lagi kutipan isi buku yang bagus, Seorang ibu dituntut untuk dapat bekerja dengan cerdas, ikhlas dan tuntas,sehingga ia dapat mendukung tugas dakwah suami dan melaksanakan tugas mendidik anaknya. Perhatikan kata kata cerdas, ikhlas, dan tuntas. Ini cakupan kata yang artinya luas. Semua hal tindakan baik itu pekerjaan maupun hal hal kecil yang manusia lakukan dalam hidup ini haruslah dilakukan dengan cerdas artinya kita harus berilmu sehingga dalam melakukan berbagai pekerjaan berlandaskan ilmu, tidak gegabah serta tidak mudah dibohongi/ ditipu. Kemudian ikhlas, benar sekali, ikhlas dengan masalah apapun yang menghadang kita dalam mencapai tujuan, ikhlas dengan kondisi lingkungan pekerjaan kita, ikhlas dengan sifat orang yang berbeda-beda, yang tentu harus kita pahami. Terakhir tuntas. Selesaikan semua pekerjaan kita dengan tuntas. Selesai dan tidak ada hutang apapun. Tuntas disini maksudnya adalah sampai dengan perasaan yang penuh tawakal. Pekerjaan manusia dikatakan selesai ketika ia sudah berserah diri pada Allah, menyerahkan segala hasil yang didapat pada Allah. Karena kita percaya bahwa apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi kita saat ini. 
Ada lagi ini, Memilihkan ibu yang baik bagi anak meripakan tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya. Ini berarti si anak berhak unruk mendapatkan ibu yang salehah. Kalau ini tidak terpenuhi, maka sang ayah telah merampas hak anaknya untuk memiliki ibu yang salehah.
Betapa tugas sang ayah pun tidak kalah beratnya. Sang calon ayah harus teliti dan jeli dalam memilih calon istri dan calon ibu bagi anak-anaknya kelak. Maka kita sebagai perempuan, jika ingin mendapatkan suami yang shaleh, kita juga harus menjadi perempuan yang shalehah.
Preman sekalipun mungkin akan mencari istri yang "benar", untuk mendidik anak-anaknya. Preman sekalipun ingin anak-anaknya kelak menjadi orang yang "benar". Tidak seperti bapaknya.
Di sini dibahas juga mengenai sosok sosok istri pada zaman Rasulullah yang inspiratif.
Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Karena kepada ibulah seorang anak banyak belajar. begitu lahir, anak belajar menyusui dari ibu, belajar tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, mengucapkan kata pertama, semuanya dengan bantuan ibu. Ibulah yang paling banyak menghabiskan waktu untuk mengurus anak dan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya dari hari ke hari. Maka tidaklah salah jika kita katakan bahwa setiap tokoh besar yang memiliki andil penting dalam menaklukan berbagai belahan negeri dan kerajaan musuh, serta memiliki nama harum yang disebut-sebut sepanjang masa, selalu dibesarkan dan belajar dari kepribadian seorang ibu yang agung lagi mulia. 

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan.
Islam memiliki tata cara yang sangat cermat, yaitu ketika suami dan istri akan melakukan hubungan suami istri pun ada doanya. Sabda Rasulullah Saw :
"Manakala seseorang diantara kalian menggauli istrinya, terlebih dahulu mengucapkan, 'BISMILLAAHI, ALLAAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA', (dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, hindarkan kami dari gangguan setan dan hindarkan pula anak yang akan Engkau anugerahkan kepada kami dari gangguan setan) kemudian dilahirkan dari keduanya seorang anak, niscaya selamanya setan tidak akan mengganggunya." (HR. Muttafaqun 'alaih)
Subhanallah Islam telah mengatur tata cara sebegitu rinci dan indahnya, Allah akan melindungi anak yang bahkan belum berada di rahim perempuan.

Menurut penelitian De Casper, ia berpendapat bahwa :
Perubahan daya menghisap (jempol) bila mendengar suara tertentu.
Mendapatkan kenyamanan bila ibu bicara dengan bahasa daerahnya sendiri.
Bila mendengar cerita yang disukainya, denyut jantung bayi menjadi stabil dan melambat. tetapi akan meningkat bila mendengar cerita yang tidak disukainya.
Intinya kita sebagai calon ibu, harus senantiasa memberikan stimulus yang baik bagi si jabang bayi. Mengucapkan kata-kata yang baik, berusaha untuk menenangkan hati dan pikiran.
Pengalaman saya sendiri mengenai hal ini, saya bekerja dan tak dipungkiri bahwa terkadang saya mengalami stress ketika bekerja. Ketika itu denyut jantung saya berdebar dengan menahan rasa amarah, dan ketika itu si jabang bayi diam tak bergerak untuk waktu yang cukup lama. Saya sempat merasa panik sendiri, sampai akhirnya menyadari bahwa mungkin ini efek dari tingkat stress saya yang terlalu tinggi. Oleh karenya itu saya segera ber-istighfar memohon ampun pada Allah, dan berdoa agar si jabang bayi bisa kembali bergerak beraktifitas seperti biasanya. Tak lama setelah itu, ia bergerak dan entah bagaimana saya mendeskripsikan rasa senang ini. Karena ketika ia bergerak, menendang, bergeliat, atau aktivitas apapun, hal itu membuat hati saya menjadi bahagia.
Dzikir dan doa tak berhenti samapi situ saja, melainkan terus dibaca sampai anak lahir dan seterusnya. Ada beberapa doa yang saya kutip dari buku ini, saya fotocopy dan saya baca setiap habis shalat.
Menyerukan adzan di telinga kanan di Bayi ketika lahir. Bagi sebagian orang hal ini merupakan suatu hal yang mengada-ada. Tetapi makna yang terkandung di dalamnya adalah, ketika bayi baru lahir alangkah baiknya diperdengarkan kalimat tauhid salah satunya dengan adzan atau shalawat.
Rasulullah bersabda :
"Jika diserukan adzan untuk salat, setan lari terbirit-birirt dengan mengeluarkan kentut sampai tidak mendengar seruan adzan" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Mendidik Anak Dari Lahir Sampai Usia 3 Tahun
1. Merayakan kelahiran bayi dengan 'Aqiqah.
Rasulullah bersabda :
"Dari Aisyah Ra. sesungguhnya Rasulullah Saw. memerintahkan kepada para sahabat untuk mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan dua kambing yang besar dan anak perempuan satu kambing" (HR. Tirmidzi) 

2. Memberikan nama yang Baik.
Ada satu hal yang saya kutip dari buku ini dan saya rasa teman-teman harus tau.
Dari Samurah bin Jundub ia berkata, telah bersabda Rasulullah Saw., "Perkataan yang paling dicintai oleh Allah ada empat:Subhanallah, Alhamdulillah, Laailaahaillallaah, dan Allahu akbar, Tidak masalah yang mana di anatara kalimat itu akan engkau mulai. Dan janganlah engkau namai anakny dengan Yasar, Rabah, Najih, dan Aflah. Sebab, engkau nanti akan bertanya:'apakah ia ada di tempat?' jika ternyata tidak ada, maka akan dijawab :'Tidak ada'." (HR.Muslim)
Maksud hadis ini adalah jika orang tersebut bernama Rabah (beruntung), lantas ada seseorang yang mencarinya:"apakah Rabah ada di rumah?". Jika tidak ada, maka akan dijawab: "Rabah tidak ada di rumah" yang artinya keberuntungan tidak ada di rumah. Oleh sebab itulah nama itu dimakruhkan.
Islam sudah mengatur hal seperti itu, yang mungkin bagi kita tidak terpikirkan. Setiap orang tua selayaknya ingin memberikan nama yang terbaik bagi anaknya. Keberuntungan adalah nama yang baik. Tapi hal tersebut dimakruhkan oleh Islam, karena hal tersebut  di atas. Subhanallah...

3. Mencukur Rambut Bayi kemudian menimbang beratnya dan bersedekah setara perak dengan berat setara berat rambut bayi tersebut.

4. Mengkhitan anak pada waktunya.

5. Memberikan perhatian ketikan anak sakit.

Kamis, 24 Oktober 2013

Loveable Occupation


Selamat Pagi INDONESIA !!!
Indonesia merdeka berdaulat...
Indonesia yang terkenal ramah dan tamah...
Indonesia yang terkenal juga dengan kemacetan dan korupsinya...
Terlepas dari itu semua kita mesti cinta Indonesia.
Di sini tempat kita lahir, tempat berkumpul bersama keluarga yang mencintai kita, tempat kita dapetin kerja dapetin uang, (meskipun yang punya perusahaan tempat kita bekerja ya orang asing juga sih,,,), tempat kita dapetin jodoh, (aseeek...), pokoknya harus banyak bersyukur deh yaaa,,,
Ngomong-ngomong soal pekerjaan di Indonesia nih...
Jadi pengen cerita soal pekerjaan sehari-hari saya...
Saya bekerja di perusahaan asing yang yaaahhh lumayan terkenal lah. Perusahaan otomotif yang lumayan cetar dengan keluaran mobil murah terbarunya. Pasti you pada tau lah ya. OK, perusahaan dari Jepang.
Tahun 2010 tepat saya masuk ke perusahaan ini, melalui tes psikotes dan tes tes lain nya di kampus.
Kebetulan kampus saya dengan perusahaan ini mempunyai hubungan rekanan yang baik.
Jadi perusahaan yang datang ke kampus untuk melakukan recruitment.
Lolos satu tahap, masuk ke tahap berikutnya yaitu wawancara psikotes di hotel Kartika Bandung.
Lolos lagi, masuk ke tahap wawancara HRD di Jakarta, di head office nya. Nego gaji dan minat pekerjaan.
Lolos lagi, masuk tahap wawancara user. User yang nantinya akan menjadi atasan saya.
Saya diwawancarai oleh Dept head dan Supervisor departemen Ekspor.
Sebelumnya saya sudah tau akan diwawancarai bidang ekspor, jadi saya googling sebanyak-banyaknya mengenai proses ekspor itu seperti apa. Karena jujur saja, saya hanya mengerti bahwa ekspor adalah pengiriman barang ke luar negeri. Di luar itu,, I dunno...
Lolos lagi. Selanjutnya Medical Check Up di Prodia Bandung.
Lolos lagi.
Welcome to PT. Astra Daihatsu Motor Head Office Jakarta Utara !!!!
**Paparampaaaa**
Sempat terjadi konflik batin antara mengambil pekerjaan tersebut di Jakarta atau mencari pekerjaan lagi di Bandung. Kondisi keluarga yang sedikit memberatkan ketika harus mengambil pekerjaan di Jakarta.
Ibu yang masih sendiri, harus ku tinggalkan ke Jakarta. Sekalipun ada kakak dan istrinya di Bandung.
Selain itu di Jakarta saya hidup sendiri, adapun keluarga tetapi jauh.Subhanallah kontroversi hati yang sangat tinggi. Akhirnya dengan menyerahkan semua pada Allah, kutinggalkan Bandung. Menangis, memeluk badan ibu yang mulai ringkih. Ya Allah, lindungi dan bahagiakan ia...
Kosan Pertama di Cempaka Mas, hasil pencarian bapak saya. Tetapi sayang ternyata saya kurang betah, karena kosan nya campur, kamar mandi di luar, mencuci dan menjemur di loteng (atap genting), perjalanan menuju ke kantor yang lumayan jauh (kalau macet), selain itu harus berdesak desakan di bus metro mini 07.
1 bulan saya di sana, langsung pindah ke kosan di Sungai Bambu, jarak tempuh ke kantor cukup jalan kaki, sekalipun jauh dan berkeringat sesampainya di kantor, tetapi setidaknya tidak usah kena macet kena desakan bus. Hitung hitung olahraga. Saya ngekost di Sungai Bambu sampai akhirnya saya diboyong oleh sang Pangeran ke Bekasi.
Di kosan ini jujur saja saya betah sekali. Alasannya :
1. Harga sewa nya Rp. 350 ribu saja teman teman !!! Tanpa ada tambahan biaya biaya apa lagi...
2. Kosannya khusus perempuan. Bahkan tamu laki laki dilarang masuk !
3. Kamar mandi di luar, tapi bersih karena ada pembantu yang membersihkan.
4. Yang punya kosannya DOKTER, ada klinik nya di bawah. Kalau sakit tinggal turun deh,,,
5. Jemuran di dalam, jadi kalaupun hujan, tenang...
6. Cari makan gak susah, indomar*t dan alfama*rt sebrang sebrangan.Alhamdulillah sesuatu...
Dengan kelemahan :
1. Tidak boleh bawa kendaraan, karena bu kost khawatir hilang dicuri.
2. Kamar yang saya tempati dari awal sampai keluar, itu tidak ada ventilasi ke udara luar. Pengap.
Luar biasa bukan, dengan kelemahan yang hanya segitu, bisa dapat dengan harga yang minimalis.
Kembali ke masalah  pekerjaan, bekerja disini bisa dikatakan menyenangkan. Bukan karena pekerjaannya, melainkan karena teman dan suasananya. Tidak terlalu tua untuk seumuran saya (baru lulus kuliah langsung kerja). Mungkin faktor yang paling mendukung tingkat betah saya di perusahaan ini adalah teman-teman.

Kalau bos besar dan pekerjaan sih yaah begitulah. Sepertinya hampir di setiap perusahaan merasakan hal yang sama.
Pernah saya mencapai titik jenuh, sangat jenuh, dengan semua pekerjaan dan lingkungan yang ada. Bahkan dengan teman kerja pun merasa jenuh, dan rasanya semuanya menyebalkan kala itu.
Saya terpikir untuk resign dan berwirausaha saja.
Suami saya seorang wirausaha. Punya usaha machining sendiri.
Saya sharing mengenai kejenuhan saya ini pada suami.
Suami berkata :
"Belum tentu ketika kamu keluar dari perusahaan lalu menjadi wirausaha, kamu tidak akan menemukan orang orang macam bos besar dan pekerjaan yang sulit. Di perusahaan sebesar ini, semua sudah tersistemasi, terintegrasi, peraturan jelas ada, pelanggaran terkena sanksi, pendapatan tetap setiap bulan. Kamu tau di dunia usaha, peraturan masih belum jelas, bahkan ada hal-hal yang harus dibuat peraturan dahulu. Kemudian orang-orang macam bos besar itu banyaak sekali diluaran sana, selain mereka memiliki emosi yang tinggi seperti bos besar, mereka juga belum tentu tau aturan. Oleh karena itu kamu harus banyak bersyukur atas apa yang Allah berikan pada mu saat ini. Mungkin nanti akan ada waktunya kamu keluar dari perusahaan dan berbakti untuk lingkungan sekitar. Tapi dengan niat yang bersih, bukan niat karena ingin keluar dari lingkar kejenuhan".
Tercenung dan tak bisa menyanggah sedikit pun.
Menangis terurai air mata, malu akan keegoisan yang ada dalam hati ini.

Baiklah mulai saat itu, saya bertekad untuk terus berikhtiar di jalan Allah.
Berdoa dan bertawakal atas apapun yang Allah tentukan.

Banyak posting saya yang mengurai mengenai ilmu tawakal.
Karena saya sebagai manusia biasa yang masih memiliki egoisisasi, merasa masih harus banyak belajar mengenai ilmu ikhlas dan tawakal.

Belajarlah mencintai pekerjaan yang sedang anda kerjakan saat ini.
Jika pun anda memutuskan untuk keluar dari pekerjaan anda saat ini, luruskan niat terlebih dahulu.
Niatkan untuk bermanfaat lebih banyak bagi orang lain, dan niatkan hanya untuk Allah.
Insyaallah bekerja dimanapun, dengan siapapun, berapapun upah yang diterima, akan terasa nikmat dan barakah...

Insyaallah..


Senin, 21 Oktober 2013

Kehamilanku 23 Minggu



Semangat Pagi Para Ibu Hamil,
...yang dengan semangatnya dapat menggairahkan janin di dalamnya
...yang dengan senyumannya dapat membahagiakan janinnya
...yang dengan Rahmat-Nya semua ibu hamil dapat diberikan keberkahan...

Tidak terasa kandungan saya sudah berusia 23 minggu.
Padahal jika diputar waktu, rasanya baru kemarin saya bangun tidur.
Lalu suami saya dengan spontan berkata, "Un, coba tespek deh..".
Sempat ternganga beberapa detik, karena tanggal tersebut adalah tanggal yang kemungkinan datang haid nya masih tinggi. Dan ya,, rasanya terlalu cepat.
Terlebih lagi sekitar 2 minggu kebelakang, saya sempat merasa pusing dan mual.
Lalu, dengan percaya dirinya saya menjaga perut agar tak tergoncang, membatasi makanan dan mengurangi olahraga berat.
Ketika tespek, tak dinyana hasilnya negatif.
Dari situlah saya mulai bertawakal dan berserah diri pada Allah.
Kapanpun waktunya, saya akan terima, karena saya yakin itulah waktu yang tepat bagi saya dan suami saya.
Suami saya pun selalu membimbing saya untuk senantiasa bertawakal dan bersabar.

Setelah berkutat dengan pemikiran itu, saya menuju kamar mandi dan bersiap tespek.
Tak ada rasa gundah, deg-degan, atau was was.
Yang ada hanya melongo melihat alat tespek.
Perlahan tanda strip itu mulai berjalan, dan....
stripnya tidak hanya satu,, ia berjalan dan bertambah menjadi dua strip.
Salahnya, kata pertama yang keluar dari mulut adalah "astaghfirullah"...
Seharusnya "alhamdulillah".
Spontan... Saya koreksi dan segera mengucap alhamdulillah.
Bercampur aduk rasa itu.. Sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Para Ibu hamil mungkin tau rasanya...

Waktu terus berjalan...
1 bulan pertama, perut bagian rahim rasanya seperti diremas remas. Mules serasa mau haid, tapi tidak keluar darah. USG pertama ketika hamil, untuk memastikan apakah benar hamil. Alhamdulillah sudah ada gumpalan darah di dalam rahim.
2 bulan berikutnya, mulai terasa mual dan malas makan.
3 bulan, memasuki bulan Ramadhan. Saya masih merasa kuat untuk berpuasa. Padahal ketika itu saya sedang mengejar deadline pengumpulan skripsi, dan disaat yang sama suami saya masuk rumah sakit karena demam berdarah. Berat badan turun 3 kilo, sempat sakit panas demam karena kelelahan. Oleh karenanya saya melakukan USG, dan betapa terharunya melihat ada sesosok bayi di dalam perut saya. Dia bergerak, tangannya memukul mukul. Tetesan air mata mulai mengalir. Subhanallah...
4 bulan mulai doyan makan. Kiloan mulai naik dan sesuai dengan standar. 1 bulan naik 1 kilo.
5 bulan. masih seneng makan, malah suka jalan-jalan, silaturahmi, pergi berdua sama suami.
Selama 5 bulan ini, alhamdulillah masih bisa puasa bayar hutang Ramadhan kemarin.
Saya bolong 13 hari, dan baru terbayar 3 hari.
Alhamdulillah nya lagi, saya tidak ngidam yang aneh-aneh.
Kalaupun lagi mau, dan tidak ada, ya sudah. Kalau lagi ada, ya syukur.
Terkadang, tanpa diduga, lagi ingin makan rujak, ada teman yang membeli rujak dan menawarkan pada saya.
Subhanallah...

Saya ikut grup Ayahbunda, sehingga setiap minggu akan mendapatkan berita mengenai perkembangan janin saya.

Berikut kutipan info yang didapat dari Ayahbunda :

Beratnya kini 450 gram dengan panjang 20 cm. Walaupun lemak telah tersimpan dalam lapisan kulitnya, janin Anda masih terlihat kemerahan dengan kulit keriput karena susunan jaringan kulitnya masih longgar. Kulitnya berwarna kemerahan akibat pengendapan pigmen. Di minggu ini ia juga semakin aktif. Melalui video fetoskopi, Anda tentu dapat melihat tangannya bermain-main menelusuri tali pusat dan mendorong membran amnion yang melingkupinya dengan wajah dan tangannya. Ia juga bisa menelan sedikit cairan amnion dan mengeluarkan sisa pencernaannya dalam bentuk urin. Cairan dan zat gula yang didapatnya dari amnion jadi sumber nutrisi penting untuknya. Ia juga bisa cegukan saat menelan sejumlah cairan. Ini ditandai dengan gerakannya yang menyentak di dalam rahim Anda. Tulang tengkorak di sekitar telinganya juga mengeras, ini artinya ia bisa mendengar suara Anda dengan sangat jelas.
Tinggi rahim Anda sekarang 25 cm. Besar rahim Anda hampir sama dengan bola sepak. Puncak rahim berada di tengah-tengah antara bagian bawah tulang dada dan tali pusat. Dengan semakin melarnya perut, kulit perut pun akan tertarik sehingga kadang-kadang terasa gatal. Saat ini kontraksi Braxton Hicks dapat timbul. Kontraksi ini terjadi secara tidak teratur dan tanpa rasa nyeri. Saat ini rahim sedang 'belajar' menghadapi proses persalinan. Semakin tua usia kehamilan Anda, kontraksi ini akan semakin kuat. Jangan mengartikan kontraksi ini dengan proses persalinan sesungguhnya. Anda dapat merasakan kontraksi dengan meletakkan tangan di atas perut. Ini tidak berbahaya bagi janin karena saat ini terjadi, janin hanya merasakan rahim seakan memijatnya.
To do list minggu ini...
 Rutin olahraga untuk cegah obesitas, preeklampsia dan diabetes gestasional.

 Banyak minum dan beli krim untuk kurangi strech mark di payudara, bokong dan perut.

 Rencanakan babymoon, liburan berdua suami sebelum punya bayi.

 Monitor pergerakan bayi dengan menghitung jumlah tendangannya.


Seru deh bisa tau perkembangan janin kita. Ibu hamil harus berpositif thinking, jangan terlalu banyak khawatir. Karena itu pertanda kita belum tawakal. Tapi jangan lantas diam dan pasrah. KIta harus tetap mencari ilmu, sharing dengan teman atau ibu ibu yang sudah pernah hamil, gali pengetahuan seluas luasnya. Lalu tetap waspada !
Kita bisa mengetahui, mengapa minggu ini kita sering gatal-gatal, lalu kantung kemih semakin tertekan, dan makin sering ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Saya semakin rajin minum susu hamil. Meskipun di awal bulan saya malas minum susu hamil, saya maunya susu kotakan biasa yang bukan untuk ibu hamil.
Beberapa hari yang lalu saya tes Hemoglobin di bidan Titin MGT. Ternyata Hemoglobin saya masih di bawah normal, meskipun tidak terlalu jauh. Sehingga saya disarankan untuk makan telur, susu, sayuran hijau dan obat penambah darah. Hmmm.. hati hati ya ibu hamil,,, jangan sampai hemoglobin kita rendah saat akan melahirkan. Hal tersebut dapat berbahaya bagi anak dan ibu nya.

Subhanallah, sharing kita hari ini sudah cukup banyak ya..
Semoga dapat bermanfaat bagi para ibu hamil.
Kalau mau ikutan Ayahbunda, bisa masuk ke www.ayahbunda.co.id
Ibu ibu cukup daftar seperti membka account baru, lalu setiap minggu akan dikirimkan mengenai perkembangan bayi anda ke email anda masing-masing.

Kehamilan adalah anugerah dari Allah Sang Maha Kuasa.
Bersyukurlah, peliharalah dengan baik titipan-Nya dan bertawakal serta bersabarlah atas segala ketetapan-Nya.

Silaturahmi

Banyak orang yang habis waktunya dengan bekerja. Mengabdikan hampir seluruh waktunya untuk perusahaan. Silahkan. Tidak ada yang menyalahkan. Tetapi ingatlah bahwa setiap bagian dalam tubuh kita memiliki hak yang harus kita penuhi.
Mata kita, janganlah habis memandangi komputer dan berkutat dengan hitung hitungan.
Hidung kita, jangan lah habis menghirup udara AC, lalu flu.
Mulut kita jangan hanya membicarakan pekerjaan, karyawan lain, menjadi ghibah dan dzalim.
Naudzubillah...
Bagaimana dengan waktu yang berkualitas. Ia tidak banyak dan lama tapi memiliki makna.
Lagi lagi makna.
Benar. Setiap perkataan dan perbuatan pastilah memiliki makna.
Jika kita menyadarinya.
Hari ini tanggal 20 Oktober 2013.
Seharusnya saya menghadiri pernikahan teman kuliah saya di Polban. Pernikahannya di Garut.
Tetapi di waktu yang sama, ibu saya datang ke rumah kakak di Cibitung. Jadi kita berkumpul sekeluarga di rumah kakak.
Saya dan suami tiba di rumah kakak jam 9.30. Kami bersalaman dan berpelukan,mengungkapkan rasa rindu dengan bahasa tubuh.
Tak lama kemudian kami semua berangkat ke Blu Plaza Bekasi Timur untuk berjalan jalan dan membelikan laptop mainan untuk Calista (anak kakak). Sepulang dari situ, kami semua menuju Pizza Hut GrandWisata. Menikmati makanan yang super lezat. Alhamdulillah. Sampai kekenyangan semua. Kami bersendagurau, bercanda dan berkomunikasi. Tak lupa sesi foto.
Selesai perjalanan kami, lalu pulang ke rumah kakak. Shalat dzuhur. Dan tanpa dikomando, semuanya berbaring di lantai, melepas lelah.
Waktu bersama ibu yang tidak banyak membuat saya terbangun dan berpindah tidur di sebelah ibu. Bergenggaman tangan. Tak saling bicara. Untaian doa mengalir dalam hati.
Waktu sudah sore,kami harus pulang. Karena nanti malam ada pengajian rutin di rumah mamah.
Saya berpamitan dan berpelukan. Melihat mata ibu membuat hati ini sedih dan tak mau beranjak.
Ya Allah waktu ku tak banyak bersama nya. Ketika waktu kebersamaan itu tiba, berikan kesan dan perasaan yang bahagia untuk ibuku agar menemani hari harinya dengan memori kebersamaan yang indah ini.
Perjalanan kami belum selesai.
Di tengah perjalanan kami bertemu teman kuliah suami yang ternyata rumahnya tak jauh dari rumah kakak. Dan mendapat makanan dalam rangka syukuran anaknya berusia 1 tahun. Alhamdulillah.
Bergegas menuju SMK1 untuk urusan pekerjaan suami.
Sedikit kemacetan menjadi penghambat perjalanan kami menuju rumah rekan kuliahnya suami. Tiba di rumahnya kami ikut solat. Lalu istri berbicara dengan istri. Suami dengan suami. Membicarakan syukur nikmat dan kesabaran.
Begitulah kegiatan satu hari saya bersama suami. Dalam 1 hari alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan banyak orang. Semoga kelak kakak akan menjadi manusia yang senang bersilaturahmi dan bermanfaat bagi sekitarnya.
"Silaturahmi tidak perlu selalu mewah dan membawa sesuatu. Cukup niat ikhlas karena Allah. Karena silaturahmi menambah keberkahan".

Sabtu, 19 Oktober 2013

Introduction

Tak kenal maka tak sayang.
Pepatah yang sering diucapkan orang-orang ketika hendak berkenalan.

Tapi kalau dipikir, pepatah itu ada benarnya. 
Maksudnya tak sayang disini, adalah :
     Kalau tak kenal maka jadi tidak saling menyapa kalau bertemu. Jadi saling tidak mempedulikan satu sama lain. Padahal pada prinsipnya, kita sebagai manusia harus bermanfaat bagi orang di sekitar kita dan orang-orang dinanapun berada. Bayangkan kalau kita kenal banyak orang, kemudian kita bisa bermanfaat bagi semua orang, berapa pahala dan amalan yang kita dapatkan sebagai tabungan di akhirat kelak?
Subhanallah...

Berawal dari seorang ibu yang sedang menonton film abad abad Romawi, di dalam film itu ada seorang putri bernama Thalita. Sehingga terinspirasi-lah ia memberikan nama pada anak perempuan terakhirnya : Thalita Putri Almanar. Almanar adalah nama belakang sang Bapak.

Jika ditelaah arti nama tersebut adalah :
     Thalita     : Seorang Putri
     Putri        : Anak perempuan
     Almanar  : Mercusuar
Dapat disimpulkan bahwa Thalita Putri Almanar adalah seorang anak perempuan yang dapat menerangi sekitarnya dengan cahaya kebaikan. Insyaallah.

Nama nya memang kebarat-baratan dan kurang terkesan Islami. Tapi insyaallah dengan makna namanya bisa benar-benar bermanfaat bagi sekitar. Aamiin.

Lahir di Bandung pada tahun 1989 hari Rabu tanggal 2 Agustus.  Lahir di bidan, secara normal.
Waktu sang ibu mengandung, ia sulit keluar rumah dan pusing jika terkena sinar matahari.
Efeknya bagi sang anak ? Anaknya berkulit putih. 
(Tidak bisa dijelaskan secara medis, mungkin faktor keberuntungan).

Kakak laki-lakinya bernama Kemal, lahir 5 tahun lebih awal. Kakak yang jahil waktu kecil, beranjak pendiam setelah dewasa. 

Tempat tinggal dari lahir sampai 2001 di Ciateul Kebon Kalapa Bandung.
Pindah kontrakan sampai 2004 di Sukaati Soekarno Hatta, Bandung.
Pindah rumah sampai 2010 di Margacinta Ciwastra, Bandung.
Tahun 2010 sudah ngekost di Jakarta. 
Sedangkan rumah di Bandung pindah ke Buana Cigi Regency sampai saat ini.

Tumbuh bersama keluarga yang selalu terlihat baik-baik saja, perlahan diterpa angin hingga akhirnya bercerai. Tepat ketika Thalita ujian akhir SMA. 
Berat untuk dijalani, tetapi harus dijalani. 
Bersama keluarga, teman dan orang-orang terdekatnya, ia bangkit. 

Keikhlasan hati dan sikap yang bertawakal dalam menghadapinya. 
Kini sang Bapak memiliki kehidupan baru bersama tante. Dan mereka tinggal di Bandung.
Sang ibu sudah menikah selama satu tahun bersama om, kini om sudah meninggal karena penyakit meningitis. Ibu tinggal di Bandung bersama Bibi.
Aa Kemal menikah dengan Teh Fitri, dan telah dikaruniai sepasang anak : Calista dan Zulkifli. 
Mereka tinggal di Cibitung.
Thalita???

Telah menikah pada tanggal 27 Januari 2013. Bersama Zakky Hidayat di Jakarta.
Dan kini tinggal bersama keluarga Zakky di Bekasi. 
Bekerja di Jakarta. 
Sedang menyelesaikan kuliah di Binus. 
Sudah 5 bulan membawa bayi di dalam perutnya. 

Terlalu cepat? Terlalu singkat?
Yap...
Bagaimana kita memaknai hidup, jika ceritanya terlalu singkat.
Makna kehidupan setiap orang akan berbeda-beda. 
Tidak apa-apa.
Yang terpenting, hidup itu harus dijalani dengan penuh makna dan manfaat.

Don't just flow your life ! But Lets God flow your life with your effort and pray !